Gaza (SIB)- Gaza kembali memanas setelah beberapa hari sempat tenang. Kelompok Hamas pun mengingatkan maskapai-maskapai asing untuk menghentikan penerbangan ke Tel Aviv. Peringatan ini disampaikan seiring pesawat-pesawat tempur Israel kembali melancarkan puluhan serangan udara di Gaza pada Rabu, 20 Agustus waktu setempat. Israel berdalih serangan tersebut sebagai respons atas serangan-serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel selatan.
"Kami mengingatkan maskapai-maskapai internasional dan menekan mereka untuk menghentikan penerbangan ke Bandara Ben Gurion mulai pukul 6 pagi (Kamis ini)," ujar juru bicara kelompok bersenjata Hamas, Abu Obeida seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/8). Bulan lalu, banyak maskapai internasional yang menghentikan sementara penerbangan ke Tel Aviv setelah serangan roket Hamas jatuh di dekat Bandara Ben Gurion.
Perundingan mengenai gencatan senjata yang lebih lama antara Israel dan Palestina yang digelar di Kairo, Mesir telah gagal setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan. Obeida menegaskan, Hamas memutuskan untuk menghentikan upaya untuk merundingkan gencatan senjata tersebut.
"Kami memanggil delegasi Palestina untuk segera mundur dari Kairo dan tidak kembali lagi," cetus Obeida dalam pidato yang disiarkan saluran televisi milik Hamas, Al-Aqsa TV.
Lebih dari 2 ribu warga Palestina telah tewas selama konflik Hamas dan Israel pecah sejak sebulan lalu.
Di pihak Israel, sebanyak 67 orang telah tewas. Menurut PBB, sekitar tigaperempat korban serangan Israel di Gaza adalah warga sipil.
(Detikcom/f)