Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Rusia Tutup McDonald di Tengah Ketegangan dengan Barat

- Jumat, 22 Agustus 2014 09:46 WIB
194 view
Rusia Tutup McDonald di Tengah Ketegangan dengan Barat
Moskow (SIB)- Pemerintah Rusia memerintahkan penutupan sementara empat restoran McDonald di Moskow karena pelanggaran sanitasi di tengah meningkatnya ketegangan Timur-Barat atas masalah Ukraina. Kantor Moskow, badan keamanan konsumen Rusia Rospotrebnadzor mengatakan, inspeksi-inspeksi terhadap makanan dan tempat di empat rantai restoran makanan cepat saji Amerika Serikat itu ditemukan "berbagai pelanggaran undang-undang persyaratan sanitasi," lapor AFP.

Akibat sanksi-sanksi yang dijatuhkan Barat dan AS kepada Rusia, Moskow mulai melakukan serangkaian tindakan balasan. Kantor berita Reuters mengutip biro statistik Belanda Selasa mengatakan, ekonomi Belanda akan kehilangan setidaknya 300 juta euro (400 juta dolar AS) karena akan meng-embargo pangan Rusia.

Total nilai ekspor makanan ke Rusia sebesar 500 juta euro pada 2013, menghasilkan 300 juta euro untuk bisnis Belanda, dengan 200 juta euro akan lari ke penyedia layanan di negara-negara tetangga. Pada saat Belanda mulai pulih dari resesi, pertumbuhan PDB negara itu diperkirakan melambat dengan 0,25-0,50 persen dalam hal potensi kerugian.

Menurut kantor statistik, dua persen ekspor Belanda pergi ke Rusia, sektor yang terkait dengan sekitar 5.000 pekerjaan. Rusia telah dilarang untuk impor makanan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Australia dan Norwegia dalam menanggapi sanksi-sanksi yang dikenakan terhadapnya atas dugaan perannya dalam meningkatkan krisis di Ukraina. Uni Eropa baru-baru ini mengalokasikan 125 juta euro untuk sejumlah produsen makanan Eropa yang terpengaruh oleh embargo pangan Rusia. Subsidi itu diperkirakan berlangsung sampai akhir November.

Tembak Jatuh Pesawat Tempur Ukraina
Sementara itu, kelompok separatis pro-Rusia menembak jatuh satu jet tempur kursi tunggal SU-25 Ukraina di wilayah Luhansk, Ukraina timur, Rabu (20/8), kata seorang juru bicara militer. Hingga kini belum diketahui apakah pilot tersebut mampu keluar dari pesawat atau tewas dalam kecelakaan itu, kata juru bicara Andriy Lysenko kepada Televisi Channel 112.ua., Ukraina.

Sementara itu sebelumnya, dari Brussels Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko melalui telepon untuk membahas kejadian-kejadian  terkini di Ukraina.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Barroso Selasa, ia menyatakan keprihatinannya atas situasi keamanan dan mengutuk penembakan terhadap konvoi pengungsi.

Barosso mendesak penyelidikan atas insiden itu dan mengingatkan perlunya melindungi warga sipil.

Dia menggarisbawahi perlunya untuk menghentikan permusuhan di perbatasan dan aliran senjata serta personil dari Rusia ke Ukraina.

Menurut laporan-laporan media, satu konvoi pengungsi diserang di wilayah Luhansk, Ukraina timur, pada Senin dan dilaporkan 15 mayat sejauh ini telah ditemukan di tempat kejadian. (Ant/Rtr/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru