Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Tandai Era Baru, The Pride of Indonesian Heritage Digelar di Belanda

- Sabtu, 23 Agustus 2014 14:57 WIB
599 view
Tandai Era Baru, The Pride of Indonesian Heritage Digelar di Belanda
Den Haag (SIB)- Menandai era baru hubungan bilateral Indonesia-Belanda, The Pride of Indonesian Heritage digelar di Kurhaus Hotel Den Haag, Rabu (20 Agustus 2014).

Pagelaran The Pride of Indonesian Heritage mempromosikan keadidayaan potensi Indonesia berkualitas tinggi (high-end) di bidang fashion, budaya, kuliner, dan kerajinan, sebagai puncak acara resepsi diplomatik dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69.

Dua designer terkemuka Indonesia yaitu Denny Wirawan dan Tuty Cholid tampil dengan rancangan pakaian dari bahan batik dan tenun ikat yang dikemas dalam design modern.

Sementara itu, promosi kuliner Indonesia disiapkan oleh para chefs Indonesia yang berdomisili di Belanda. Mereka tergabung dalam “Indonesia Satu”.

Adapun kerajinan berkualitas tinggi yang ditampilkan merupakan produk dari pengusaha binaan BNI. Keseluruhan acara juga dimeriahkan dengan permainan live music Arumba dan dilanjutkan dengan angklung interaktif.

Dalam pidato sambutannya, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Retno LP Marsudi menyatakan bahwa penyelenggaraan resepsi dengan menggelar potensi Indonesia di berbagai bidang ini sengaja dilakukan untuk memperkenalkan potensi “Indonesia Baru”.

"Selain itu juga untuk menandai era baru hubungan bilateral Indonesia Belanda pasca diluncurkannya Comprehensive Partnership oleh Presiden Indonesia dan Perdana Menteri Belanda di Jakarta pada November 2013," ujar Dubes.

Dubes melanjutkan bahwa tahun 2013 merupakan tahun yang khusus bagi hubungan kedua negara.

PM Belanda bersama lebih dari 100 pengusaha Belanda mengunjungi Indonesia pada November 2013, yang ditandai dengan peluncuran Comprehensive Partnership, penandatanganan kerjasama bidang Perikanan dan Kerjasama Triangular dalam rangka Kerjasama Pembangunan, dan berbagai perjanjian lainnya.
"Era baru hubungan bilateral kedua negara juga ditandai dengan ditandatanganinya MoU Kerjasama Pertahanan dan kesepakatan kedua Menteri Pertahanan untuk menyelenggarakan dialog strategis," demikian Dubes.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Internasional dan Kerjasama Pembangunan Belanda Lilianne Ploumen mengawali pidatonya dengan apresiasi tinggi atas bantuan dan kerjasama pemerintah Indonesia dalam penanganan kecelakaan pesawat MH-17.

"Termasuk bantuan identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Indonesia," papar Ploumen.

Menurut Ploumen, masyarakat kedua negara juga memiliki hubungan emosional yang kuat, bahkan budaya Indonesia sudah begitu dikenal oleh masyarakat Belanda.

"Hal tersebut sangat menunjang penguatan kerjasama Indonesia dan Belanda di berbagai bidang," imbuh Ploumen.

Menteri Ploumen juga mengapresiasi perkembangan positif Indonesia di berbagai bidang, sebagai salah satu economic powerhouse dan mitra penting Belanda.

Pada bagian lain pidatonya, Ploumen juga menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya pelaksanaan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, serta menyampaikan kesiapan Belanda bekerjasama dalam penguatan hubungan bilateral di berbagai bidang.

Belanda merupakan salah satu mitra utama Indonesia di bidang perdagangan dan pariwisata.

Dengan menggelar promosi Indonesia diharapkan angka perdagangan Indonesia-Belanda yang telah mencapai lebih dari USD 5 miliar ini akan dapat meningkat di masa mendatang.

Sebuah capaian penting dalam kerjasama bilateral telah diletakkan.

Semoga semua capaian ini dapat dijadikan asset bagi upaya untuk terus memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Belanda di masa mendatang.

Resepsi diplomatik ini diselenggarakan oleh KBRI Den Haag bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) 1946.

Menteri Ploumen hadir sebagai guest of honour di antara lebih dari 500 tamu terdiri dari para pejabat tinggi Belanda, para Duta Besar asing dan kalangan korps diplomatik, politisi, pejabat militer dan polisi, kalangan swasta, generasi muda dan masyarakat umum lainnya.

Hadir pula dalam acara tersebut Presiden Senat (Eerste Kamer) Belanda Ankie Broekers-Knol dan Presiden Mahkamah Agung Belanda (Hoge Raad der Nederlanden) Gerard Josephus Maria Corstens. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru