Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Korban Meninggal di AS Tembus 3.000 Orang

* Kematian Akibat Corona Secara Global Capai 35.000 Kasus
Redaksi - Rabu, 01 April 2020 19:44 WIB
369 view
Korban Meninggal di AS Tembus 3.000 Orang
Rtr/yahoonews
Seorang pria dibawa ke ambulans untuk mendapat perawatan di rumah sakit, di New York, Sabtu (28/3). Jumlah pasien meninggal akibat terinfeksi virus corona di AS, hingga Selasa (31/3) telah menembus angka lebih dari 3000 orang. 
Washington DC (SIB)
Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Amerika Serikat ( AS) pada Senin (30/3) sebanyak 3.008 orang, menurut penghitungan dari Johns Hopkins University. Kemudian, hingga Selasa (31/3) pagi WIB, Worldometers mencatat korban meninggal di "Negeri Uncle Sam" sebanyak 3.148 orang. Untuk jumlah kasusnya, Johns Hopkins University mencantumkan angka 163.429,
tertinggi di dunia melebihi Italia, China, dan Spanyol. Dilansir dari AFP, Presiden Donald Trump dikritik oleh pemerintah federal karena penanganan yang lambat terhadap pandemi yang menyebar cepat.

Beberapa rumah sakit seperti di New York sampai kekurangan alat pelindung diri (APD), seperti masker dan respirator untuk pasien. Pejabat kesehatan AS, Anthony Fauci, menerangkan, korban meninggal virus corona bisa mencapai 200.000 orang jika mitigasi yang mereka lakukan tidak berhasil.

Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional itu menyatakannya dalam wawancara dengan CNN, seperti dilansir Reuters, Minggu (29/3). Namun, dalam konferensi pers di Rose Garden, Anthony Fauci berusaha mengendalikan situasi dengan menyatakan bahwa jumlah itu didapat berdasarkan simulasi.

Sementara itu, presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa lebih dari 1 juta orang di AS telah menjalani pemeriksaan virus Corona (COVID-19). Trump mendorong warga AS untuk membantu memerangi virus Corona dengan langkah-langkah tegas.

Seperti dilansir Reuters dan kantor berita Xinhua News Agency, Selasa (31/3), Trump menyebut momen saat lebih dari 1 juta orang di AS telah diperiksa itu sebagai 'tonggak sejarah'. "Hari ini kita mencapai tonggak sejarah dalam peperangan melawan virus Corona. Lebih dari 1 juta warga Amerika telah diperiksa--lebih banyak dibandingkan negara manapun sejauh ini," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (30/3) waktu setempat.

Menteri Kesehatan dan Layanan Manusia AS, Alex Azar, menambahkan bahwa AS kini memeriksa 100 ribu sampel dalam sehari. Pada Minggu (29/3) waktu setempat, Trump mengumumkan bahwa berbagai langkah rekomendasi, termasuk meminta orang-orang tidak berkumpul dalam kelompok melebihi 10 orang dan menghindari makan di restoran dan bar, akan diperpanjang hingga akhir bulan depan. "Panduan akan tetap berlaku, bahkan mungkin sedikit diperketat," ucap Trump.

Trump yang sempat dikritik karena awalnya meremehkan pandemi virus Corona, mendorong semua orang di AS untuk mematuhi panduan yang diberikan. "Kita masing-masing memiliki peran yang harus dimainkan untuk memenangkan perang ini. Setiap warga, keluarga dan bisnis bisa membuat perbedaan dalam menghentikan virus ini. Ini menjadi tugas patriotik kita bersama. Masa-masa sulit ada di depan, selama 30 hari ke depan dan ini adalah 30 hari yang sangat vital," tegas Trump dalam imbauannya.

Presiden 73 tahun itu juga mengatakan, tingkat kematian akibat Covid-19 di AS kemungkinan akan mencapai puncaknya saat Paskah, dua minggu lagi. "Paskah seharusnya menjadi puncaknya," kata Trump tentang hari besar umat Kristen yang jatuh pada 12 April tersebut. "Pemodelan memperkirakan bahwa puncak dalam tingkat kematian kemungkinan akan tercapai dalam dua minggu." "Setelah dua minggu seharusnya mulai turun, dan semoga sangat banyak dari titik itu," ujar Trump saat memberi pengarahan di Rose Garden Gedung Putih, Minggu (29/3).

Secara Global Capai 35.000 Kasus
Sementara itu, lebih dari 35.000 orang dinyatakan meninggal dunia akibat virus Corona di seluruh Dunia. Sementara, virus yang berasal dari China itu telah menginfeksi hingga 183 negara. Berdasarkan perhitungan AFP, Senin (30/3) total 35.905 orang dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19. Setidaknya 26.076 kematian ada di Eropa. Italia tercatat sebagai negara yang miliki tingkat kematian tertinggi akibat Corona, yaitu sebanyak 11.591. Diikuti oleh Spanyol sebanyak 7.340 kematian dan China dengan 3.304 kasus kematian.

Secara global, lebih dari 740.000 kasus terinfeksi di 183 negara. Dengan rincian sekitar 408.203 di Eropa, 150,000 di Amerika Serikat dan Kanada dengan total 2.635 kematian.

Sementara di Asia ada dekitar 106.609 kasus terinfeksi Corona. Sebanyak 3.827 dinyatakan meninggal dunia. Kasus yang terkonfirmasi kemungkinan hanya menunjukkan sebagian kecil dari jumlah yang terinfeksi sebenarnya. Diperkirakan kasus yang terdeteksi hanya yang menunjukkan gejala yang serius. (AFP/kps/dtc/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru