Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Warga Turki Protes Keberadaan Pengungsi Suriah

* Pemberontak Suriah Bebaskan Jurnalis AS
- Selasa, 26 Agustus 2014 11:12 WIB
168 view
Warga Turki Protes Keberadaan Pengungsi Suriah
Istanbul (SIB)- Ratusan warga Istanbul, Turki melakukan aksi protes yang diwarnai kerusuhan. Mereka marah atas keberadaan para pengungsi Suriah di negara mereka. Massa demonstran pun bentrok dengan aparat polisi. Bentrokan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara warga Turki setempat dengan para pengungsi Suriah, yang kabur dari negara mereka yang dilanda konflik berkepanjangan. Jumlah pengungsi Suriah di Turki saat ini telah membengkak menjadi sekitar 1,2 juta jiwa.

Aksi protes yang berlangsung di distrik Ikitelli, sebelah timur Istanbul tersebut dipicu oleh klaim bahwa beberapa pemuda Suriah telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja putri. Demikian diberitakan kantor berita Dogan dan dilansir AFP, Senin (25/8).

Dalam tayangan televisi terlihat, sebagian dari sekitar 300 orang, yang bersenjatakan pisau, golok, pentungan, menyerang toko-toko serta mobil-mobil milik warga Suriah. Massa juga meneriakkan slogan-slogan anti-Suriah.

Massa merusak dan membalikkan mobil-mobil, sementara kaca-kaca jendela toko-toko milik warga Suriah dengan huruf-huruf Arab di depan toko, dipecahkan. Aparat polisi antihuru-hara pun menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa. Menurut media CNN-Turk, lima wanita Suriah terluka dalam aksi protes yang diwarnai kerusuhan itu.

Beberapa pekan terakhir, aksi-aksi demo menentang keberadaan pengungsi Suriah marak Turki. Aksi demo serupa pekan lalu terjadi di kota Iskenderun, di wilayah Hatay di perbatasan Suriah. Unjuk rasa tersebut dipicu oleh rumor bahwa seorang pengungsi Suriah telah menganiaya seorang bocah Turki.

Pemberontak Suriah Bebaskan Jurnalis AS

Seorang warga negara Amerika Serikat yang menjadi sandera di Suriah akhirnya dibebaskan. Pria AS ini disandera nyaris selama 2 tahun oleh kelompok pemberontak setempat. "Akhirnya dia kembali pulang," tutur Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, John Kerry seperti dilansir AFP, Senin (25/8). Menlu Kerry mengkonfirmasi pembebasan Peter Theo Curtis (45), seorang pengarang dan juga jurnalis freelance. Hilangnya Curtis memang tidak pernah dilaporkan atau diberitakan sebelumnya oleh media massa.

Dijelaskan oleh PBB, Curtis diserahkan kepada pasukan penjaga perdamaian PBB di desa Al Rafid, Quneitra, Golan Heights pada Minggu (24/8) waktu setempat.

Kabar pembebasan Curtis muncul kurang dari seminggu setelah video mengerikan yang menampilkan pemenggalan kepala wartawan AS James Foley oleh militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), muncul ke publik. "Selang seminggu setelah tragedi menyedihkan, kita semua lega dan bersyukur mengetahui bahwa Theo Curtis bisa kembali pulang setelah sekian lama disandera oleh Jabhat Al-Nusrah," ucap Kerry merujuk pada kelompok pemberontak di Suriah.

Kerry menuturkan, AS telah meminta bantuan dan bekerja sama dengan puluhan negara untuk membantu pembebasan Curtis, serta warga AS lainnya yang masih disandera di Suriah. Keluarga Curtis menyambut baik pembebasan ini dan mereka berterima kasih kepada pemerintah AS dan Qatar, serta pihak-pihak lainnya yang membantu perundingan pembebasan Curtis.

Menurut keterangan pihak keluarga, Curtis ditangkap sebelum dia melintasi Suriah pada Oktober 2012 lalu. Sejak saat itu, Curtis disandera oleh militan setempat, Jabhat al-Nusra. Dalam keterangan pihak keluarga, Curtis disebutkan sebagai seorang penulis buku dan jurnalis freelance yang berasal Boston dan Vermont. (AFP/dtc/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru