Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Ukraina Gelar Pemilu 26 Oktober, 10 Tentara Rusia Ditangkap

- Rabu, 27 Agustus 2014 11:38 WIB
135 view
 Ukraina Gelar Pemilu 26 Oktober, 10 Tentara Rusia  Ditangkap
Kiev (SIB)- Setelah parlemen Ukraina dibubarkan, Presiden Petro Porosheno segera bergerak cepat. Langkah yang diambilnya adalah menggelar pemilihan umum (Pemilu) parlemen pada 26 Oktober 2014. "Saya mengambil keputusan untuk membubarkan parlemen agar pemilihan umum dapat digelar pada 26 Oktober," sebut Poroshenko melalui akun twitter resminya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/8).

Poroshenko mengharpakan pemilu tersebut dapat membersihkan parlemen dari loyalis eks Presiden Ukraina Viktor Yanukovych. Yanukovych yang saat ini ada dalam pelarian merupakan pemimpin Ukraina yang dikenal menjalin hubungan "istimewa" dengan Rusia.

"Parlemen yang ada dan telah berjalan satu setengah tahun adalah pendukung Yanukovych mereka telah mengadopsi hukum kediktatoran," jelas Poroshenko. Menurut Poroshenko, para loyalis Yanukovych di parlemen harus bertanggungjawab atas kekacauan politik dan keamanan di Ukraina. Kekacauan tersebut menyebabkan banyak warga Ukraina menjadi korban jiwa dan luka. Keputusan Poroshenko mengenai pembubaran parlemen dan pelaksanaan sudah diprediksi sebelumnya. Hal ini terkait dengan pecahnya koalisi pendukungnya pada 26 Juli 2014.

Pengumuman itu terjadi saat sejumlah tentara Rusia ditangkap oleh otoritas Ukraina karena berada di wilayah Ukraina tanpa izin. Namun Rusia menyebut bahwa tentaranya tersebut menyeberang perbatasan secara tak sengaja.

"Tentara-tentara tersebut ikut serta dalam patroli perbatasan Rusia-Ukraina, mereka menyeberang perbatasan kemungkinan besar secara tak sengaja, pada bagian yang tidak ditandai, tidak diperlengkapi," terang seorang sumber dari kementerian pertahanan Rusia yang enggan disebut namanya. Sumber tersebut dikutip oleh tiga media ternama Rusia. Namun saat dikonfirmasi oleh AFP, juru bicara kementerian pertahanan Rusia menolak berkomentar.

Pada Senin (25/8), otoritas keamanan Ukraina menyebutkan ada 10 tentara Rusia yang ditangkap di dekat desa Dzerkalne, Ukraina. Desa tersebut terletak sejauh 20-30 kilometer dari perbatasan Rusia dan berjarak 50 kilometer sebelah tenggara kota Donetsk, yang dikuasai separatis pro-Rusia.

Sumber pada Kementerian Pertahanan Rusia tersebut dikutip oleh RIA Novosti, ITAR-TASS dan juga Interfax. Dia menyebutkan bahwa tentara Rusia tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap oleh otoritas Ukraina.

Ukraina dan Amerika Serikat berulang kali menuding Rusia menyediakan bantuan dan suplai senjata bagi separatis pro-Rusia yang menguasai wilayah Ukraina bagian timur. Namun ini merupakan yang pertama kalinya otoritas Ukraina mengklaim penangkapan tentara Rusia.

Sumber dari Rusia mengklaim bahwa lebih dari 500 tentara Ukraina telah menyeberang perbatasan Rusia beberapa kali, termasuk dengan menggunakan kendaraan bersenjata. Namun, menurut sumber tersebut, otoritas Rusia tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut dan malah membiarkan tentara Ukraina untuk kembali ke wilayah Ukraina. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru