Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Manusia Tertinggi Dunia Meninggal di Usia 44 Tahun

- Rabu, 27 Agustus 2014 11:42 WIB
707 view
 Manusia Tertinggi Dunia Meninggal di Usia 44 Tahun
Kiev (SIB)- Pria tertinggi Ukraina, yang sempat memegang rekor manusia tertinggi di dunia tetapi kemudian melepas gelar itu, meninggal dunia pada Minggu (24/8) akibat komplikasi penyakit yang disebabkan kondisi tubuhnya yang terus tumbuh. Demikian media Ukraina mengabarkan, Senin (25/8). Leonid Stadnyk (44) memiliki tinggi badan 2,60 meter akibat sebuah kelenjar tumor yang mengakibatkan hormon pertumbuhan tubuhnya terus diproduksi sepanjang hidupnya.

Pada 2007, pihak buku rekor Guinness menobatkan Stadnyk menjadi manusia tertinggi di dunia. Namun, dia menolak Guinness mengukur tinggi badannya. Akhirnya, gelar itu dialihkan kepada pria China, Bao Xishun, yang memiliki tinggi badan 2,36 meter.

Stadnyk menjalani hidup sederhana bersama ibunya di sebuah rumah di Podolyantsi, sebuah desa di wilayah Zhytomyr, dan memilih menyendiri karena menganggap postur tubuhnya itu memberinya lebih banyak kesulitan ketimbang keuntungan.

Alasan utama Stadnyk tak mau tinggi badannya diukur ialah karena satu-satunya yang diinginkannya adalah hidup yang tenang. Namun, kesehatannya terus menurun yang membuatnya kesulitan bergerak dan memaksanya berhenti bekerja sebagai dokter hewan. Dia kemudian memilih berkebun dan mengurus ternak milik ibunya.

Stadnyk kerap mendapatkan bantuan dari para dermawan, misalnya sebuah komputer dengan "mouse" yang dirancang khusus. Pada 2008, Presiden Ukraina Viktr Yuschenko menghadiahkan sebuah mobil yang sudah dimodifikasi sehingga bisa digunakan Stadnyk. Sayangnya, dia tinggal di kediamannya kecilnya yang memaksa dia membungkuk dalam-dalam saat keluar atau masuk rumah. (kps/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru