Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Hamid Karzai Tolak Hadiri Pertemuan NATO

- Kamis, 28 Agustus 2014 10:43 WIB
218 view
Hamid Karzai Tolak Hadiri Pertemuan NATO
Kabul (SIB)- Presiden Hamid Karzai tidak akan menghadiri temu puncak penting NATO pekan depan karena perbedaan pendapatnya dengan Washington atas kebutuhan keamanan Afghanistan setelah sebagian besar tentara asing meninggalkan negaranya pada akhir 2014.

Temu puncak pada 4-5 September di Wales itu untuk menentukan jumlah pasukan keamanan Afghanistan sesudah tugas tempur NATO berakhir. Persekutuan itu menginginkan kekuatan lebih kecil hingga sesudah 2014 untuk melatih dan menasihati pasukan keamanan, tapi memerlukan persetujuan pemerintah Kabul, yang ditolak Karzai.

"Itu karena pandangan dan sikapnya atas kelanjutan kehadiran tentara Amerika Serikat dan NATO sesudah 2014," kata juru bicara Karzai, Aimal Faizi, kepada Reuters, Selasa (26/8). "Tidak ada perubahan soal itu dan keadaannya sama," kata Faizi, dengan menambahkan bahwa Karzai menanggapi undangan NATO dengan mengatakan penggantinya sebagai presiden Afghanistan atau anggota pemerintah saat ini akan hadir sebagai gantinya.

Hubungan Karzai dengan Washington memburuk pada akhir masa baktinya dan ia menolak menandatangani kesepakatan keamanan dwipihak dengan Amerika Serikat, yang memungkinkan pasukannya menetap sesudah tahun ini, dengan menuntut syarat tertentu dipenuhi lebih dulu.

Penolakan Karzai menandatangani kesepakatan itu memicu kecemasan di antara warga Afghanistan tentang masa depan, saat perjanjian serupa dengan negara NATO juga tetap tak ditandatangani sebagai dampaknya, meningkatkan kemungkinan penarikan penuh pasukan asing pada akhir tahun ini.

Gerakan pasukan keamanan Afghanistan, yang berkekuatan 350.000, saat ini berbiaya sekitar enam miliar dolar Amerika Serikat (sekitar 72 triliun rupiah) dan sebagian besar didanai modal asing. Jika seluruh pasukan asing pergi, banyak uang dijanjikan penyumbang juga dapat mengikutinya. (Ant/Rtr/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru