Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Pasca Bertemu di Belarusia, Rusia “Invasi” Ukraina

* Separatis Pro-Rusia Kuasai Kota Strategis
- Jumat, 29 Agustus 2014 12:18 WIB
562 view
Kiev (SIB)- Intelijen negara Barat menyebut tentara Rusia mulai beroperasi di dalam wilayah Ukraina. Hal ini terjadi saat militer Ukraina kehilangan kendali atas sejumlah wilayah, Kamis (28/8), yang dilaporkan dikuasai oleh separatis pro-Rusia. Ini terjadi beberapa minggu setelah militer Ukraina melancarkan serangan terhadap separatis pro-Rusia yang ada di sebelah timur wilayahnya. Namun pekan ini, militer Ukraina terdesak dan malah meminta bantuan NATO.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menggelar pertemuan darurat bersama dewan keamanan nasional dan menunda rencana kunjungan ke luar negeri menyusul dikuasainya kota Novoazovsk, kota strategis di timur Ukraina yang menghubungkan semenanjung Crimea yang telah dikuasai Rusia. "Saya memutuskan membatalkan kunjungan ke Turki terkait perubahan drastis situasi di Donetsk, khususnya di Amvrosiyivka dan Starobesheve, karena pasukan Rusia sudah memasuki wilayah Ukraina," kata Poroshenko.

Wartawan AFP yang ada di lokasi, melaporkan tidak adanya tanda-tanda keberadaan pasukan militer Ukraina di wilayah Donetsk yang dikuasai separatis pro-Rusia. Seorang komandan relawan menyebutkan via Facebook, tentara pemerintah Ukraina berada di sekitar pusat transportasi Ilovaysk dan pengiriman personel tambahan sebagai bantuan sangat diperlukan. Wartawan AP juga melaporkan separatis mendirikan pos-pos pemeriksaan di Novoazovsk dan dilarang memasuki kota tersebut.

Bukti memburuknya situasi di Ukraina timur terjadi selang beberapa jam setelah pertemuan Presiden Ukraina Petro Poroshenko dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan pertama dalam 3 bulan terakhir tersebut, gagal mencapai kesepakatan signifikan terkait konflik Ukraina timur. Kekhawatiran meningkat di Ukraina dan juga negara-negara Barat bahwa Rusia melakukan intervensi secara langsung dalam konflik Ukraina. Tudingan ini sebenarnya sudah berulang kali dibantah oleh Rusia.

Pada Rabu (27/8), pemerintah Ukraina mengklaim bahwa satu bataliyon tentara Rusia telah mendirikan markas militer di dekat desa Pobeda, yang berjarak 50 kilometer dari Donetsk. Secara terpisah, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut NATO dan intelijen Polandia memiliki bukti bahwa unit militer Rusia melakukan operasi dari dalam wilayah Ukraina.

Diplomat NATO yang enggan disebut namanya menuturkan kepada AFP, sistem rudal antipesawat baru buatan Rusia terdeteksi ada di kawasan Ukraina yang dikuasai separatis pro-Rusia. Sistem rudal yang dimaksud ialah sistem pertahanan udara SA-22 yang memiliki jangkauan 20 kilometer. Diplomat itu menyebut, dukungan Rusia untuk separatis di Ukraina timur, semakin lama semakin terbuka.

"Jumlah tentara Rusia yang terlibat langsung pertempuran di Ukraina terus bertambah," kata Duta Besar AS untuk Kiev, Geoffrey Pyatt, lewat akun Twitter-nya. "Rusia juga mengirimkan sistem pertahanan udara terbarunya, termasuk SA-22, ke dalam wilayah Ukraina timur dan kini terlibat aktif dalam pertempuran," tambah Pyatt. Sementara itu, Presiden Perancis Francois Hollande memperingatkan jika pasukan Rusia diketahui berada di wilayah Ukraina, hal itu sangat tidak bisa diterima dan tak bisa ditoleransi.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan pihaknya sama sekali tidak tertarik untuk menghancurkan Ukraina. Namun dia menyatakan, Rusia akan kembali mengirimkan bantuan ke wilayah Ukraina bagian timur, meskipun ada protes dari Ukraina bahwa Rusia melanggar kedaulatannya dengan mengirim bantuan via darat. (Detikcom/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru