Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Balas Beijing, Trump Larang Maskapai China Beroperasi di AS

Redaksi - Jumat, 05 Juni 2020 22:26 WIB
172 view
Balas Beijing, Trump Larang Maskapai China Beroperasi di AS
Kompas.com
Presiden Donald Trump memerintahkan penangguhan operasional seluruh maskapai penerbangan China di Amerika Serikat pada Rabu (3/6).
Jakarta (SIB)
Presiden Donald Trump memerintahkan penangguhan operasional seluruh maskapai penerbangan China di Amerika Serikat pada Rabu (3/6).

Langkah itu dilakukan Washington setelah Beijing menghentikan izin operasional sejumlah maskapai AS di China seperti United Airlines dan Delta Air Lines.

United Airlines dan Delta Air Lines mengajukan aplikasi izin penerbangan pada awal Mei untuk melanjutkan operasional. Namun, Departemen Transportasi AS (DOT) menuturkan kedua maskapai itu tak kunjung menerima izin dari Otoritas Penerbangan Sipil China (CAAC).

"Maskapai penerbangan AS telah meminta izin untuk memulai kembali layanan penumpang mulai 1 Juni. Kegagalan pemerintah China untuk menyetujui permintaan perusahaan merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Transportasi Udara kedua belah pihak," ucap DOT melalui pernyataan.

Penangguhan ini berlaku untuk tujuh maskapai penerbangan Tiongkok, meski selama ini hanya empat perusahaan yang membuka layanan penerbangan ke kota-kota di AS. DOT menuturkan maskapai-maskapai itu termasuk Air China dan China Eastern Airlines.
Dilansir AFP, DOT mengatakan penangguhan itu berlaku mulai 16 Juni namun bisa dipercepat jika Trump memerintahkannya.

CAAC sebelumnya telah memutuskan batas penerbangan bagi maskapai asing berdasarkan aktivitas perusahaan pada 12 Maret.
Namun, maskpai AS telah menangguhkan seluruh penerbangan sebelum 12 Maret karena pandemi virus corona (Covid-19).
Hal itu menjadikan penilaian CAAC terhadap operasional penerbangan AS di China nihil.

Departemen itu mengatakan ada indikasi maskapai China memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan keunggulan mereka atas maskapai AS.

"Tujuan utama kami bukan untuk mempertahankan situasi seperti ini, tetapi lebih kepada perbaikan lingkungan di mana maskapai kedua belah pihak bisa memaksimalkan hak-hak mereka," ujar DOT.

Sementara itu, Pemerintah China akan kembali membuka penerbangan terbatas maskapai asing yang tadinya diblokir karena kekhawatiran akan penularan virus Corona. Negara itu juga mencabut larangan de facto pada maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS), sehari setelah AS menangguhkan semua perjalanan China ke dalam dan keluar AS.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/6) keputusan ini diambil China di saat ketegangannya dengan AS terus memanas oleh serangkaian masalah, termasuk karena tuduhan Presiden AS Donald Trump terkait penanganan pandemi China, Hong Kong dan Huawei.

Konflik terbaru dipicu oleh masalah Otoritas Penerbangan Sipil China (CAAC) yang memutuskan untuk memberlakukan batasan pada maskapai asing berdasarkan aktivitas mereka pada 12 Maret. Karena operator AS telah menangguhkan semua penerbangan pada tanggal tersebut, sementara Penerbangan maskapai China ke AS terus berlanjut.

Pada hari Rabu (3/6) waktu setempat, AS mengatakan akan memblokir penerbangan pesawat penumpang China mulai 16 Juni, meningkatkan kekhawatiran akan ada front lain yang dibuka dalam kebuntuan raksasa ekonomi.

Tetapi CAAC pada hari Kamis (4/6) mengatakan semua maskapai asing yang tidak terdaftar dalam jadwal 12 Maret sekarang akan dapat mengoperasikan satu rute internasional ke China setiap minggu.

Hubungan antara AS dan China menjadi semakin tegang dalam beberapa bulan terakhir setelah Trump menuduh China menjadi penyebab virus Corona secara sengaja. Sementara rencana untuk memberlakukan undang-undang keamanan yang ketat di Hong Kong telah meningkatkan ketegangan secara substansial antara kedua negara.

AS juga telah memberlakukan pembatasan pada raksasa telekomunikasi China, Huawei. AS memerintahkan penyelidikan atas tindakan perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di pasar keuangan Amerika. (detikcom/CNNI/p)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru