Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Minneapolis Larang Teknik Mengunci Leher yang Tewaskan George Floyd

* Minta Trump Tarik Pasukan, Wali Kota Washington Ikut Demo George Floyd
Redaksi - Senin, 08 Juni 2020 17:56 WIB
319 view
Minneapolis Larang Teknik Mengunci Leher yang Tewaskan George Floyd
AP
Demonstran berkumpul, Sabtu (6/6) di Lincoln Memorial, Washington, menggelar aksi protes damai terkait kematian George Floyd. 
Minneapolis (SIB)
Otoritas kota Minneapolis Amerika Serikat (AS) sepakat untuk melarang teknik chokeholddan penguncian leher yang telah menewaskan George Floyd. Pelarangan ini merupakanupaya evaluasi terhadap kinerja kepolisian Minneapolis sejak kematian Floyd.Seperti dilansir dari The Associated Press (AP), Sabtu (6/6), perubahan aturan ini merupakan ketentuan yang dibuat antara otoritas Kota Minneapolisdan Departemen Hak Asasi Manusia Minnesota, yang sedang melakukan penyelidikan hak-hak sipil sebagai tindaklanjutatas kematian Floyd. Dewan Kota menyetujui larangan ini dengan hasil voting 12-0 pada hari Jumat (5/6).

Komisioner Hak Asasi Manusia(HAM) Minnesota, Rebecca Lucero, mengatakan perubahan itu diperlukan untuk menghentikanbahaya berkelanjutan yang dihadapi orang-orang kulit hitam yang dianggap telah merasakan sakit dari generasi ke generasi dan trauma akibat rasialisme sistemis dan institusional.

“Ini baru permulaan. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan di sini, dan pekerjaan itu harus dan akan dilakukan dengan cepat dan dengan melibatkan masyarakat,” kata Lucero.

Kematian Floyd mendorong pemeriksaan ulang teknik penangkapanpelaku kejahatan oleh kepolisian di tempat lain. Gubernur California, Gavin Newsom, pada Jumat (5/6) memerintahkan program pelatihankepolisian negara bagian untuk berhenti mengajar petugastentang teknik mengunci leher yang bisa menghambat aliran darah ke otak.
Keputusan apakah akan menggunakan teknik ini tergantungpada masing-masing lembaga penegakan hukum. Newsom mengatakan ia akan mendukung undang-undang untuk melarang metode ini. “Kami melatih teknik pada cengkeramanyang membahayakan nyawa orang. Itu sudah tidak ada lagi dalam praktik dan kepolisian abad ke-21,” kata Newson.

Kesepakatan di Minneapolis ini membutuhkan persetujuan pengadilan dan akan dapat diberlakukan usai ada putusan dari pengadilan. Kesepakatan itu juga akan mengharuskan polisi untuk segera melaporkankepada atasan mereka, ketika melihat polisi lain yang memakai teknik penguncian leher ini.

Seperti diketahui, Floyd meninggalsetelah polisi Minneapolis,Derek Chauvin, menekan lututnya ke leher Floyd saat diborgol. Chauvin mengabaikan rintihan “Aku tidak bisa bernapas”dari Floyd. Kematiannya memicu protes di seluruh dunia.
Chauvin didakwa melakukanpembunuhan tingkat dua. Tiga petugas lainnya didakwa membantu dan bersekongkol. Semuanya telah dipecat dan kini ditahan.

TARIK PASUKAN
Sementara itu, Wali Kota Washington Muriel Bowser ikutturun bergabung dalam aksi protes kematian George Floyd. Aksi Bowser itu dilakukan pasca sehari sebelumnya ia meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik pasukan tambahan dan Garda Nasional dari Washington.

“Kita semua harus melihat apa yang terjadi di Washington DC, karena kami tidak ingin pemerintah federal melakukan
ini kepada orang Amerika lainnya,” kata Bowser sambil berjalan melalui pusat kota DC dengan para pengunjuk rasa, dikutip dari CNN, Minggu (7/6).

Setidaknya puluhan ribu orang berpartisipasi dalam serangkaian protes damai di seluruh distrik pada Sabtu (6/6) waktu setempat.DepartemenKepolisian Metropolitan memerkirakan setidaknya ada 6.000 pengunjuk rasa di beberapalokasi pada siang hari, yang terjadi sebelum peristiwa besar dimulai. Bowser dan Trump dalam beberapa hari terakhir terlibat dalam pertikaian tentang peningkatan kehadiran militer di DC. Bowser telah menjelaskan bahwa dia ingin pasukan militer keluar dari ibu kota negara.Dalam surat yang dilayangkannyapada Trump, Jumat (5/6), Bowser berpendapat bahwapenegakan hukum tambahan membuat para pengunjuk rasa meradang dan menambah keluhan.

“Para demonstran telah damai,dan tadi malam, Departemen mKepolisian Metropolitan tidak melakukan satupun penangkapan.Oleh karena itu, saya meminta Anda menarik semua penegak hukum dan kehadiran militer yang luar biasa dari Washington, DC,” tulis Bowser dalam surat itu, menambahkan bahwa dia telah mengakhiri keadaan darurat di DC terkait dengan protes.

Trump kemudian merespons surat Bowser melalui akun Twitter-nya. Trump menyebut Bowser tidak kompeten.(AP/CNN/dtc/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru