Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

NATO Segera Bangun Lima Pangkalan Militer di Eropa Timur

* Putin: Rusia Tak Bisa Tinggal Diam Jika Rakyat Ditembaki di Ukraina
- Selasa, 02 September 2014 10:38 WIB
265 view
Moskow (SIB)- NATO berencana mendirikan lima pangkalan militer tambahan di Eropa Timur, kata surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung. Empat ribu militer akan ditempatkan di pangkalan itu sebagai bagian dari unit respon cepat, kata surat kabar itu dalam laporannya.

Menurut koran itu, langkah tersebut bertujuan untuk menjamin perlindungan negara-negara anggota aliansi dari ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia, karena NATO menganggap kebijakan Rusia di Ukraina pelanggaran kedaulatannya.

Awal pekan ini, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menyatakan bahwa aliansi akan untuk pertama kalinya mengerahkan pasukan di pangkalan baru Eropa Timur. Rusia mengatakan, perluasan kehadiran militer NATO di wilayah itu akan mengancam stabilitas Atlantik Euro dan berjanji untuk menanggapi tindakan aliansi untuk mempertahankan keamanan nasional.

Setelah reunifikasi Krimea dengan Rusia Maret 2014, NATO telah meningkatkan kehadiran militernya dekat perbatasan Rusia.

Secara khusus, blok itu mengirimkan sejumlah kapal perang ke Laut Hitam dan memperkuat misi patroli udara di wilayah udara negara-negara Baltik.

Selain itu, pada April Washington mengirim empat unit pesawat udara ke Polandia, Latvia, Lithuania dan Estonia untuk mendukung sekutu NATO-nya di tengah pertempuran di Ukraina timur.

Kelompok kapal NATO di Laut Hitam mencapai catatan jumlah sembilan kapal pada Juli, kehadiran paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

 Kelompok ini antara lain termasuk USS Vella Gulf (CG-72) cruiser, kapal frigat Prancis Surcouf, korvet Macitis Yunani dan kapal intelijen Italy Elettra.

Selain itu, pada Juli Bulgaria menyelenggarakan pelatihan angkatan laut Breeze 2014, yang melibatkan kapal-kapal dari Kelompok Dua Penanggulangan Ranjau NATO. Rusia telah berulang kali menyatakan keprihatinan atas meningkatnya kehadiran militer NATO.
Rusia Tak Bisa Tinggal Diam

Presiden Rusia Vladimir Putin Minggu mengatakan bahwa Moskow tidak bisa tinggal diam melihat orang sedang ditembaki di Ukraina, katanya dalam wawancara di Channel TV Rusia 1, lapor Reuters. "Harus diingat bahwa Rusia tidak bisa tinggal diam ketika orang-orang ditembak dari jarak dekat," katanya seperti dikutip oleh kantor berita Itar Tass.

Ketika ditanya apakah hal itu mungkin untuk memprediksi akhir krisis di Ukraina, kantor berita RIA Novosti mengutip Putin mengatakan: "Tidak, Ini sebagian besar tergantung pada kemauan politik dari pemerintah Ukraina saat ini." Barat menuduh Moskow mendukung separatis pro-Rusia yang berjuang menghadapi pasukan pemerintah Ukraina di Ukraina timur. Namun Rusia membantah tuduhan itu. (Rtr/Ant/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru