Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Pemimpin Sekte Korsel Ditangkap Terkait Klaster Corona Terbesar

Redaksi - Senin, 03 Agustus 2020 17:32 WIB
330 view
Pemimpin Sekte Korsel Ditangkap Terkait Klaster Corona Terbesar
AFP
Lee Man-hee, pemimpin sekte Shincheonji Church of Jesus ditangkap otoritas Korea Selatan (Korsel), Sabtu (1/8) dengan tuduhan menyembunyikan informasi krusial dari otoritas setempat terkait klaster corona. 
Seoul (SIB)
Otoritas Korea Selatan (Korsel) akhirnya menangkap pemimpin dan pendiri sekte Kristen, Shincheonji, yang sempat menjadi pusat penyebaran virus corona (Covid-19) di negara tersebut. Pemimpin sekte Shincheonji itu dituduh menyembunyikan informasi krusial dari otoritas setempat yang melakukan pelacakan kontak.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (1/8), Lee Man-Hee merupakan pemimpin sekte bernama Gereja Shincheonji Yesus yang diketahui terkait dengan lebih dari 5.200 kasus corona, atau sekira 36 persen dari total kasus positif di Korsel. Dengan angka itu, sekte Shincheonji menjadi klaster corona terbesar di Korsel. Sejauh ini, total 14.336 kasus corona tercatat di wilayah Korsel, dengan 301 kematian.

Jaksa setempat mendakwa Lee yang berusia 89 tahun berkonspirasi dengan jajaran pemimpin sekte lainnya dalam menahan informasi dari otoritas Korsel, saat pandemi corona mencapai puncak di kalangan pengikutnya. Diketahui bahwa Shincheonji tercatat memiliki lebih dari 200 ribu pengikut di berbagai wilayah Korsel. Laporan kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, menyebut bahwa Lee juga didakwa menyembunyikan informasi detail soal para pengikutnya dan tempat-tempat pertemuan mereka, saat otoritas Korsel berupaya melakukan pelacakan kontak pada Februari lalu.

Di kalangan pengikutnya, Lee diketahui menyebut virus corona sebagai 'upaya iblis' untuk menghentikan pertumbuhan sekte Shincheonji. Tidak hanya itu, Lee juga diduga menggelapkan dana dari kelompok sektenya sebesar 5,6 miliar Won (Rp 68,9 miliar), termasuk dana 5 miliar Won (Rp 61,5 miliar) yang diduga dipakai untuk membangun fasilitas retret.

Dalam pernyataannya, pihak sekte Shincheonji menegaskan bahwa Lee khawatir soal permintaan pemerintah untuk informasi pribadi para pengikutnya, namun menegaskan dia tidak berupaya menyembunyikan apapun. Lee ditangkap oleh jaksa Korsel pada Sabtu (1/8) waktu setempat, setelah pengadilan di distrik Suwon, Seoul bagian selatan, mengabulkan dan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya. Penangkapan dilakukan dengan pertimbangan Lee bisa merusak barang bukti. (Rtr/detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru