Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Pejabatnya Kena Sanksi, China Balas Blacklist Senator AS

Redaksi - Selasa, 11 Agustus 2020 18:09 WIB
399 view
Pejabatnya Kena Sanksi, China Balas Blacklist Senator AS
Foto: AP
Menkes AS Alex Azar (kiri) saat bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. 
Beijing (SIB)
China memberikan sanksi kepada 11 warga Amerika Serikat (AS), termasuk senator Marco Rubio dan Ted Cruz. Mereka semua masuk blacklist. Sanksi ini merupakan pembalasan atas tindakan serupa AS terhadap para pejabat China atas masalah di Hong Kong. "China telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada beberapa orang yang berperilaku buruk terhadap masalah Hong Kong," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian Senin (10/8), seperti dilansir AFP.

Direktur Human Rights Watch Kenneth Roth dan presiden Endowment Nasional untuk Demokrasi Carl Gershman juga masuk dalam daftar tersebut.

Sebelumnya, AS telah mengumumkan pada hari Jumat (7/8) bahwa mereka membekukan aset-aset AS dari Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam dan 10 pejabat senior China lainnya. Mereka dimasukkan blacklist usai UU Keamanan baru di Hong Kong diberlakukan.

AS menuduh Lam dan para pejabat lain yang dijatuhi sanksi "secara langsung bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan penindasan kebebasan dan proses demokrasi Beijing." Zhao pada hari Senin (10/8) mengatakan langkah AS "sangat mencampuri urusan dalam negeri China dan secara serius melanggar hukum internasional."

Kerahkan Jet Tempur
Sementara itu, sejumlah jet tempur China dikerahkan saat Menteri Kesehatan Amerika Serikat (AS) Alex Azar datang berkunjung ke Taiwan dan bertemu Presiden Tsai Ing-wen. Jet-jet tempur China itu secara singkat melintasi garis tengah Selat Taiwan dan sempat dilacak oleh sistem rudal Taiwan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (10/8), Menkes Azar datang ke Taiwan untuk menawarkan dukungan kuat Presiden AS Donald Trump. Dia tiba di Taiwan pada Minggu (9/8) waktu setempat. Kunjungan ini tercatat sebagai yang pertama dilakukan seorang pejabat level tertinggi AS ke Taiwan dalam empat dekade terakhir.

China mengecam keras kunjungan pejabat tinggi ke AS ke Taiwan, yang dianggap sebagai bagian wilayahnya. Disebutkan China bahwa kunjungan ini berpotensi merusak hubungan AS dan China. Sebelumnya China menjanjikan balasan yang tak ditentukan terhadap kunjungan Menkes Azar ke Taiwan tersebut.

Pada Senin (10/8) waktu setempat, China mengerahkan jet tempur J-11 dan J-10 untuk secara singkat terbang di wilayah Taiwan, tepatnya di atas Selat Taiwan yang sensitif dan sempit yang memisahkan Taiwan dari China. Laporan Angkatan Udara Taiwan menyebut jet-jet tempur China terpantau terbang melintasi garis tengah Selat Taiwan pada Senin (10/8) pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, atau saat sebelum Menkes Azar bertemu Presiden Tsai di Taipei.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui Kementerian Pertahanan Taiwan, pihak Angkatan Udara menyebut jet tempur China itu sempat dilacak oleh sistem anti-pesawat Taiwan yang berbasis di daratan dan berhasil 'diusir' oleh pesawat tempur Taiwan yang berpatroli.
Insiden semacam ini merupakan yang ketiga kali sejak tahun 2016, saat Taiwan melaporkan jet-jet tempur China melewati garis tengah Selat Taiwan.

Di tengah memburuknya hubungan AS dan China, pemerintahan Trump justru semakin memperkuat dukungan untuk Taiwan dan meningkatkan penjualan persenjataan ke Taiwan. "Menjadi kehormatan sejati berada di sini untuk menyampaikan pesan dukungan kuat dan persahabatan dari Presiden Trump kepada Taiwan," ucap Menkes Azar kepada Presiden Tsai dan kantor kepresidenan Taiwan di Taipei.

Kunjungan ini dilakukan setelah AS memutuskan hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan tahun 1979 lalu, demi China. Kunjungan Menkes Azar ini dilakukan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan kesehatan umum dengan Taiwan dan mendukung peran internasional Taiwan dalam memerangi pandemi virus Corona. "Respons Taiwan terhadap Covid-19 telah menjadi salah satu yang paling sukses di dunia, dan itu berkat sifat demokratis yang terbuka, transparan dari masyarakat dan budaya Taiwan," sebut Menkes Azar.

Respons dini dari Taiwan terbukti efektif dalam memerangi virus corona, dengan total kasus corona jauh lebih rendah dari negara-negara tetangganya. Sejauh ini, ada 480 kasus corona tercatat di Taiwan, dengan tujuh kematian. Sebagian besar kasus corona di Taiwan merupakan kasus impor atau penularan di luar negeri. Sementara AS, yang mencatat total kasus corona tertinggi di dunia dengan lebih dari 5 juta kasus, berulang kali bentrok dengan China terkait pandemi corona. AS berulang kali menuding China tidak transparan soal awal kemunculan virus corona.

Dalam tanggapannya, Presiden Tsai menuturkan kepada Menkes Azar bahwa kunjungannya merupakan 'langkah maju yang besar dalam kolaborasi anti-pandemi antara negara kita', sambil menyebut kerja sama dalam penelitian dan produksi vaksin serta obat-obatan. (AFP/detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru