Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

Asingkan Diri karena Diduga Korupsi, Eks Raja Spanyol Sembunyi di UEA

Redaksi - Rabu, 19 Agustus 2020 15:08 WIB
351 view
Asingkan Diri karena Diduga Korupsi,  Eks Raja Spanyol Sembunyi di UEA
Efraimstochter/Pixabay
Eks Raja Spanyol Juan Carlos I berencana mengasingkan diri di tengah kasus dugaan korupsi. Ilustrasi. &l
Barcelona (SIB)
Mantan Raja Spanyol Juan Carlos yang mengasingkan diri di tengah investigasi dugaan korupsi diketahui berada di Uni Emirat Arab. Seperti dikutip dari AFP, seorang juru bicara Istana Kerajaan, Senin (17/8) mengatakan pria 82 tahun itu pergi ke Uni Emirat Arab pada 3 Agustus dan menetap di sana. Namun pihak Istana menolak untuk mengungkapkan di mana Juan Carlos tinggal.

Juan Carlos mengumumkan akan meninggalkan Spanyol saat kasus korupsi yang menjeratnya diselidiki. Pernyataan itu disampaikan melalui surat yang dikirimkan ke anaknya, Raja Filipe VI. Filipe VI sendiri disebut telah menyetujui rencana ayahandanya itu. Sebelum dikonfirmasi berada di UEA, Carlos dilaporkan pergi ke Republik Dominika. Pada Maret lalu, media Swiss melaporkan dugaan suap kerajaan terkait proyek kereta api di Arab Saudi.

Juan Carlos diduga menerima dana senilai US$100 juta atau sekira Rp1,5 triliun dari mantan Raja Saudi Abdullah pada 2008. Dana itu masuk ke akun bank di Swiss milik salah satu yayasan yang berbasis di Panama. Mahkamah Agung Spanyol sedang menyelidiki keterlibatan Carlos dalam kasus tersebut.

Pada bulan yang sama, media Inggris The Daily Telegraph melaporkan Raja Felipe VI sebagai salah seorang beneficiary (penerima) dari yayasan tersebut. Juan Carlos menduduki takhta Kerajaan Spanyol sejak November 1975 hingga Juni 2014. Ia dianggap sebagai tokoh penting dalam transisi dari kepemimpinan diktator Generalissimo Fransisco Franco ke arah demokrasi.

Mayoritas warga Spanyol atau 56,2 persen, menganggap keputusan Carlos untuk pindah ke luar negeri sebagai langkah yang salah. Menurut jajak pendapat yang diterbitkan Minggu di ABC, dari 802 orang hanya 25,4 persen yang mengatakan itu adalah keputusan tepat. Sebagian besar warga Spanyol meyakini kepergian Carlos akan membahayakan putranya, Raja Felipe VI.

Sejak naik takhta pada tahun 2014, Raja Felipe VI telah mengambil sejumlah langkah untuk memperbaiki citra kerajaan, seperti memberlakukan kode etik pada bangsawan. Awal tahun ini dia mencabut tunjangan tahunan ayahnya hampir 200 ribu euro setelah muncul rincian baru dari transaksi keuangan yang diduga curang. (AFP/CNNI/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru