Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

Banjir Bandang di Afghanistan Tewaskan Ratusan Orang

Redaksi - Senin, 31 Agustus 2020 21:01 WIB
467 view
Banjir Bandang di Afghanistan Tewaskan Ratusan Orang
STRINGER via REUTERS
Warga Afghanistan mencari barang-barang mereka setelah dilanda banjir bandang yang tewaskan ratusan orang di Charikar, ibu kota Provinsi Parwan, Rabu (26/8/2020).
Kabul (SIB)
Setelah banjir bandang melanda Afghanistan pada pekan ini, tim penyelamat terus mencari orang hilang di tengah lumpur dan puing-puing bangunan yang rusak, pada Sabtu (29/8). Berdasarkan laporan yang dilansir dari Reuters, Kementerian Penanggulangan Bencana, menyebutkan sekurangnya ada 13 provinsi yang sebagian besar terletak di utara Afghanistan, yang wilayahnya terkena banjir.

Di Parwan, tepat di utara ibu kota Kabul, terdapat 116 orang tewas dan lebih dari 120 orang luka-luka, dengan 15 orang masih hilang, kata pejabat nasional dan lokal. Sementara, akibat banjir itu banyak rumah tersapu, sementara jumlah orang yang tewas akibat banjir ada sedikitnya 160 orang, kata para pihak berwenang.

Tim penyelamat masih di daerah itu dan mencari mayat yang hilang, kata Wahida Shahkar, juru bicara gubernur Parwan. Banjir bandang melanda Parwan pada Rabu pagi (26/8), menyapu rumah dan bangunan. Juru bicara kepolisian setempat Salim Noori, mengatakan bahwa masyarakat di daerah yang paling parah terkena dampak banjir bandang, sebagian besar adalah petani dan pekerja informal, yang sudah kesulitan secara finansial.

Sementara, polisi segera meminta sumbangan darah untuk banyak orang yang terluka akibat terjangan banjir bandang. Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa pasukan keamanan Afghanistan membantu upaya pemulihan dan mendistribusikan bantuan untuk para korban banjir bandang itu.

Di waktu bersamaan, pasukan juga telah berupaya menanganai peningkatan serangan kekerasan dari gerilyawan Taliban, saat ditundanya pembicaraan damai di Doha. NATO mengatakan bahwa pasukannya juga mendukung militer Afghanistan dan telah menerbangkan makanan, air dan selimut ke daerah itu awal pekan ini. (Rtr/kps/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru