Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Ikan Berusia 22 Tahun Mati, Mahasiswa Hingga Presiden Zambia Berduka

Redaksi - Kamis, 10 September 2020 18:29 WIB
335 view
Ikan Berusia 22 Tahun Mati, Mahasiswa Hingga Presiden Zambia Berduka
Foto: zambianeye.com
Seorang pekerja di Universitas Copperbelt (CBU) menunjukkan ikan Mafishi yang telah mati. Kematian ikan berusia 22 tahun
Lusaka (SIB)
Kematian ikan berusia 22 tahun yang dianggap membawa keberuntungan mengundang ratapan nasional di Zambia dan Presiden Edgar Lungu menyatakan ikut berdukacita. Para mahasiswa di Universitas Copperbelt (CBU) - kampus terbesar kedua di Zambia - menyalakan lilin dan berbaris di sekitar kampus untuk berduka atas kematian ikan air tawar tersebut.

Tagar Mafhisi, sebutan ikan malang itu, menjadi pembicaraan hangat di Twitter, di negara yang terletak di bagian selatan Afrika itu. Selama dua dekade terakhir, mahasiswa CBU meyakini ikan tersebut akan membawa keberuntungan bagi mereka dalam mengikuti ujian.

Mafishi, yang berarti "Ikan Besar" dalam bahasa Bemba setempat, diperkirakan telah berusia 22 tahun. Dia juga telah tinggal di kolam universitas itu selama lebih dari 20 tahun, kata pemimpin mahasiswa, Lawrence Kasonde. Kematiannya masih diselidiki, tambah pemimpin serikat mahasiswa Universitas Copperbelt itu. "Ikan itu belum kami kuburkan, kami berencana membalsemnya," kata Kasonde kepada BBC.

Semasa hidupnya, keberadaan ikan itu diyakini oleh sebagian mahasiswa akan membawa keberuntungan. Karenanya, dulu sejumlah mahasiswa memberi semacam penghormatan kepadanya sebelum mengikuti ujian. Adapun mahasiswa lainnya melihat kehadiran ikan tersebut sebagai pereda stress, seperti dilansir BBC, Rabu (9/9).

Presiden Zambia, Edgard Lungu, yang ikut berduka atas kematian ikan itu, mengutip pernyataan Mahatma Gandhi, menyatakan di akun Facebooknya bahwa "Kebesaran suatu bangsa dan kemajuan moralnya dapat dinilai dari cara memperlakukan hewan. Kami semua akan merindukanmu," katanya.

Pemimpin oposisi Zambia, Hakainde Hichilema, pun berujar, "Kami ikut beduka bersama komunitas mahasiswa CBU, sejak dulu dan sekarang, atas kematian hewan peliharaan ikonik mereka, Mafishi."

Dalam komentar lain di Twitter, @MoffatSamora mengatakan, "Semoga dia beristirahat dengan tenang. Kami telah mengirim pengacara dan akuntan terbaik untuk datang dan membantu keluarga dalam persiapan surat wasiatnya." (BBCI/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru