Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Keracunan Karbon Monoksida, 16 Penambang China Tewas

Redaksi - Senin, 28 September 2020 13:42 WIB
411 view
Keracunan Karbon Monoksida, 16 Penambang China Tewas
AP Photo/Aijaz Rahi
Enam belas pekerja tewas dan satu dalam kondisi kritis setelah terjebak di bawah tanah di tambang batu bara dan keracunan karbon monoksida di barat daya China ilustrasi tambang batu bara
Beijing (SIB)
Enam belas pekerja tewas dan satu dalam kondisi kritis setelah terjebak di bawah tanah dan keracunan karbon monoksida di tambang batu bara, di barat daya China pada Minggu (2/9), demikian laporan stasiun televisi China CCTV. Petugas medis berjuang untuk menyelamatkan nyawa korban yang tersisa.

Kantor berita Xinhua mengungkapkan bahwa conveyor belt terbakar pada dini hari sehingga menghasilkan tingkat karbon monoksida yang berbahaya. Penyebab kecelakaan itu masih diselidiki, kata pemerintah kabupaten Qijiang di platform media sosial Weibo, seperti dikutip dari AFP, Minggu (27/9).

Fasilitas tersebut, Tambang Batubara Songzao, dimiliki oleh perusahaan energi negara, Chongqing Energy, dan terletak tepat di luar kota Chongqing. Kecelakaan pertambangan sering terjadi di China, di mana industri memiliki catatan keselamatan yang buruk dan peraturan lemah.

Setidaknya 14 penambang tewas dalam ledakan batu bara dan gas Desember lalu di tambang di provinsi Guizhou barat daya. Pada Desember 2018, tujuh penambang tewas di Chongqing setelah segmen penghubung loncatan rusak dan jatuh dari poros.

Pada bulan Oktober tahun yang sama, 21 penambang tewas di provinsi Shandong timur setelah tekanan di dalam tambang menyebabkan batu patah dan pecah, menghalangi terowongan dan menjebak para pekerja. Hanya satu penambang yang diselamatkan hidup-hidup.

3 Orang Tewas
Sementara itu, kebakaran melanda fasilitas milik raksasa teknologi China, Huawei Technologies, di kota Dongguan, China bagian selatan. Sedikitnya tiga orang ditemukan tewas di lokasi kejadian usai api berhasil dipadamkan. Seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/9), bangunan yang terbakar itu dilaporkan terletak dekat dengan laboratorium penelitian milik Huawei di Dongguan.

Komisi Manajemen Area Danau Songshan di Dongguan menyatakan bahwa bangunan itu masih berwujud struktur baja yang sedang dalam proses pembangunan dan tidak digunakan saat kebakaran terjadi. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran pada Jumat (25/9) sore waktu setempat.

Penyebab kebakaran ini masih belum diketahui. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran kota Dongguan sebelumnya menyebut bahwa bahan utama yang terbakar adalah kapas peredam suara.

Disebutkan juga oleh Dinas Pemadam Kebakaran kota Dongguan bahwa tiga orang ditemukan tewas di dalam bangunan yang terbakar. Ketiganya disebut sebagai pegawai perusahaan properti yang mengelola fasilitas itu. Penyelidikan terhadap kebakaran ini terus berjalan.

Secara terpisah, media nasional China melaporkan bahwa kebakaran melanda laboratorium penelitian milik Huawei. Pihak Huawei belum memberikan komentarnya. Namun menurut seorang sumber, laboratorium itu melakukan penelitian terhadap bahan serta uji coba antrena 4G dan 5G terkait stasiun pangkalan bisnis Huawei. Itu menjadi bagian dari fasilitas manufaktur Huawei yang lebih besar. Perusahaan ini memiliki kampus bertemakan Eropa yang luas di dekat lokasi laboratorium itu, yang menjadi kantor bagi 25 ribu karyawan. (Rtr/AFP/detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru