Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

China Serukan AS Hentikan Tuduhan yang Mencoreng Beijing

* Survei: Opini Negatif Global terhadap China Mencapai Titik Tertinggi
Redaksi - Kamis, 08 Oktober 2020 15:16 WIB
315 view
China Serukan AS Hentikan Tuduhan yang Mencoreng Beijing
Foto: AFP/ Gettyimages
Sejumlah aktivis India membentangkan poster bergambar presiden Xi Jin Ping yang telah dicoret saat menggelar aksi protes menyerukan boikot China pada Juli 2020, di Ahmedabad. Menurut survey, opini negatif global terhadap China mencapai titik tert
Beijing (SIB)
Otoritas China mengatakan bahwa Amerika Serikat harus menghentikan serangan dan tuduhan yang tidak beralasan terhadap negara tersebut. China juga menuduh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menciptakan konfrontasi politik dan mencoreng Beijing.

Sebelumnya, Pompeo pada hari Selasa (6/10) mengunjungi Jepang dan menyerukan kerja sama yang lebih bersama Australia, India, dan Jepang untuk melawan pengaruh regional China yang berkembang. "Pompeo telah berulang kali mengarang kebohongan tentang China dan dengan jahat menciptakan konfrontasi politik," kata Kedutaan Besar China di Jepang dalam pernyataannya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/10).

"Kami sekali lagi mendesak AS untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis, menghentikan tuduhan tak beralasan dan serangan terhadap China dan memperlakukan hubungan dengan China secara konstruktif," imbuh Kedutaan China tersebut.

Kunjungan Pompeo di Asia Timur, bertepatan dengan ketegangan yang memburuk dengan China. Amerika Serikat dan China, berselisih mengenai berbagai masalah mulai dari penanganan virus corona oleh Beijing hingga penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong dan ambisinya di Laut China Selatan.

Dalam kunjungannya itu, Pompeo menyerukan agar negara-negara Amerika Serikat, Jepang, India, dan Australia membentuk front persatuan melawan pengaruh China yang semakin meningkat.

Mencapai Titik Tertinggi
Sementara itu, menurut survei terbaru yang dirilis oleh Pew Research Center pada Selasa (7/10), opini negatif terhadap China oleh beberapa negara ekonomi maju telah meningkat secara signifikan. Sembilan dari 14 negara yang diikutsertakan dalam survei memiliki pandangan negatif terhadap China yang telah mencapai titik tertinggi, sejak Pew mulai mengumpulkan data tentang topik tersebut lebih dari satu dekade lalu. Di Australia, sebanyak 81% responden memiliki pandangan yang kurang baik terhadap China.

Jumlah itu meningkat 24% sejak 2019. Sementara di Amerika Serikat (AS), pandangan negatif terhadap China juga meningkat 20% selama empat tahun terakhir. Kemudian di Inggris, sekitar tiga perempat responden memandang China secara negatif. Angka ini meningkat 19% sejak 2019.

Opini publik dunia yang negatif terhadap China juga berada di angka tertinggi berdasarkan survei Pew di Jerman, Belanda, Swedia, Korea Selatan, Spanyol, dan Kanada.

Penanganan China atas masalah pandemi virus corona memperburuk persepsi negatif di antara 14 negara ekonomi maju yang disurvei. Rata-rata 61% responden dari total semua negara yang disurvei, menganggap China melakukan pekerjaan yang buruk dalam memerangi pandemi.

"Di beberapa negara ini, persepsi bagaimana China menangani virus corona tidak hanya berdasarkan cara penanganan virus di dalam negeri, dan asal mula wabah serta penyebarannya, tetapi juga bantuan kesehatan yang diberikan secara internasional," kata Silver.

Tidak Terlalu Percaya pada Xi Jinping
Laporan pusat penelitian yang berbasis di Washington tersebut juga menunjukkan bahwa kepemimpinan China menjadi semakin tidak disukai di negara-negara yang disurvei. "Ketidaksetujuan tentang bagaimana China menangani pandemi Covid-19 juga menentukan kepercayaan orang terhadap Presiden China Xi Jinping," tulis penulis laporan itu.

Orang-orang di sebagian besar negara yang disurvei, terutama di Eropa, melihat China sebagai ekonomi teratas dunia. Hanya responden di AS, Korea Selatan, dan Jepang yang menganggap ekonomi AS lebih kuat dibanding China. Silver mengatakan bahwa China dipandang sebagai ekonomi teratas di dunia selama 10 tahun terakhir di antara negara-negara Eropa, menurut hasil survei dari Prancis, Jerman, Spanyol, Inggris, dan Polandia. (AFP/detikcom/BBCI/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru