Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Cemburu, Pria Rusia Hajar Istri hingga Tewas di Pesta Pernikahan Mereka

Redaksi - Kamis, 08 Oktober 2020 15:22 WIB
658 view
Cemburu, Pria Rusia Hajar Istri hingga Tewas di Pesta Pernikahan Mereka
VK via Daily Mail
Oksana Poludentseva (kiri) dan suaminya, Stepan Dolgikh. Poludentseva dilaporkan tewas pada hari pernikahannya karena dihajar oleh sang suami sebagai akibat dari cemburu.
Moskow (SIB)
Seorang pengantin di Rusia menyiksa sang istri hingga tewas di pesta pernikahan mereka, di mana diyakini cemburu jadi penyebabnya. Stepan Dolgikh langsung ditahan atas kejahatan yang dilakukan terhadap istrinya, Oksana Poludentseva, di hari bahagia mereka di desa Siberia Prokudskoye.

Poludentseva pertama kali mengenal Dolgikh ketika dia dipenjara, di mana perempuan 36 tahun itu yakin bisa mengubahnya jadi lebih baik.

Saksi mata mengungkapkan, penyiksaan itu terjadi ketika si pengantin pria cemburu pada salah satu tamu di pesta pernikahan mereka yang penuh alkohol. Media Rusia memberitakan seperti dilansir Daily Mail Senin (5/10), pria 33 tahun itu menuding si istri sudah "bertindak dengan tidak benar".

Kepala penyidik Kirill Petrushin kepada kantor berita NGS mengatakan, Dolgikh mulai memukul dan menendang Poludentseva di depan rumah. "Dia terus menyerangnya saat sudah di dalam. Dia menjambak rambut dan kepalanya. Di mana pelaku terus menyerang istrinya," papar Petrushin.

Ketika Poludentseva dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda tidak bernafas, Dolgikh segera membawanya dan melemparkannya ke jurang. Tamu yang lain terlalu takut untuk mencegah perkelahian mereka. Karena itu, mereka melapor ke polisi yang bergerak meringkus pelaku. Petrushin berujar, Dolgikh yang telah ditahan, mengakui pembunuhan yang dia lakukan. Dia kini berada dalam penjagaan Garda Nasional Rusia.

Pria itu dilaporkan bakal berada dalam penahanan selama dua bulan, dengan penyelidikan pembunuhan tersebut masih dilangsungkan. "Dia menyiksanya dalam waktu lama di depan para saksi, di mana dia juga memukul organ vitalnya. Di bagian tubuh atas dan kepala," jelas Petrushin.

Penyidik menerangkan, Dolgikh diyakini berada dalam pengaruh alkohol ketika dia cemburu pada salah satu tamu, dan menganggap istrinya berperilaku tidak pantas.

Dolgikh disebut sebelumnya dipenjara atas tuduhan pembunuhan dan perampokan. Namun Poludentseva yakin dia bisa memperbaikinya. "Mendiang tahu catatan kriminalnya. Tapi, dia tidak tahu bahwa orang mabuk dan marah, pria seperti ini bisa melakukan kejahatan serius," papar Petrushin. (Daily Mail/kps/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru