Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

19 Murid Tewas Saat Gempa di Meksiko, Pemilik Sekolah Dibui 31 Tahun

Redaksi - Jumat, 16 Oktober 2020 15:16 WIB
439 view
19 Murid Tewas Saat Gempa di Meksiko, Pemilik Sekolah Dibui 31 Tahun
Mario VAZQUEZ/AFP/File
Sedikitnya 19 anak dan 7 orang dewasa tewas setelah gedung sekolah di Mexico City ini ambruk akibat gempa.
Mexico City (SIB)
Pengadilan Meksiko menjatuhkan vonis 31 tahun penjara terhadap seorang pemilik sekolah yang hancur akibat gempa bumi tahun 2017 lalu. Si pemilik sekolah ini terbukti bersalah atas tindak pembunuhan tidak disengaja terkait kematian 19 anak-anak dan tujuh orang dewasa yang tertimpa reruntuhan gedung sekolah itu.

"Kita menegakkan keadilan bagi para korban!" ucap Jaksa Agung Mexico City, Ernestina Godoy Ramos, dalam pernyataan via Twitter, seperti dilansir AFP, Kamis (15/10).

Monica Garcia Villegas yang merupakan Kepala Sekolah Dasar (SD) Rebsamen, sekolah swasta di Mexico City, dinyatakan bersalah atas tindak pembunuhan tidak disengaja (culpable homicide) dalam persidangan bulan lalu.

Dalam sidang putusan yang digelar Rabu (14/10) waktu setempat, Villegas dijatuhi vonis 31 tahun penjara. Pengadilan juga memerintahkan Villegas untuk membayar ganti rugi total sebesar 11,5 juta Peso (Rp 7,9 miliar) kepada para keluarga korban.
"Kami, para pengacara dan korban yang kami wakili, merasa puas," ucap pengacara yang mewakili keluarga korban, Fernando Castillo, kepada wartawan setempat.

Melalui pengacaranya, Villegas bersikeras menyatakan dirinya tidak bersalah dan berencana mengajukan banding atas vonis tersebut. Diketahui bahwa Villegas sempat buron selama setahun lebih, sebelum akhirnya ditangkap dan diadili.
Villegas ditangkap setelah terungkap bahwa dia membangun satu apartemen besar di atas ruang-ruang kelas. Beban dari apartemen itu diperkirakan menyebabkan ambruknya gedung sekolah tersebut saat gempa mengguncang.

SD Rebsamen menjadi fokus perhatian dunia pada jam-jam awal setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang Meksiko tahun 2017 lalu. Saat itu, petugas penyelamat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban yang terjebak reruntuhan.

Para aktivis setempat menilai bahwa pemotongan biaya oleh perusahaan-perusahaan konstruksi ditambah adanya korupsi dan inkompetensi otoritas setempat, telah berkontribusi pada ambruknya gedung-gedung di Meksiko saat gempa mengguncang. Sedikitnya 369 orang tewas akibat gempa tersebut. (AFP/dtc/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru