Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Demo Nigeria Merembet ke London

Redaksi - Senin, 26 Oktober 2020 11:27 WIB
438 view
Demo Nigeria Merembet ke London
Foto: Rtr via BBC Indonesia
Massa menjarah gudang penyimpan persediaan makanan untuk didistribusikan selama karantina wilayah Covid-19 di Nigeria.
London (SIB)
Sekira 500 demonstran turun ke jalan-jalan kota London, Inggris, pada Sabtu (24/10/) mendukung aksi unjuk rasa para anak muda di Nigeria. Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menjadi fokus kemarahan atas penanganannya terhadap demo anti-polisi, Pasukan Khusus Anti-Perampokan atau SARS. Para pedemo yang berpakaian hitam sebagian besar adalah bagian dari diaspora Nigeria di Inggris.

Kantor berita AFP melaporkan, mereka membawa papan bertuliskan "Akhiri SARS, akhiri kebrutalan polisi" dan menyanyikan "Buhari adalah orang mati" saat mereka melangkah di jalanan ibu kota Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Sementara itu para pengunjuk rasa lainnya mengibarkan bendera Nigeria, dengan beberapa orang disiram cat merah agar terlihat berlumuran darah.

Sejumlah pedemo mengenakan masker hijau-putih, dan berteriak melalui pengeras suara saat mereka berorasi di landmark London, termasuk Parliament Square dan kantor BBC. Mereka pun berjalan bersama menuju rumah Bola Tinubu di London, mantan gubernur negara bagian Lagos dan pendiri partai All Progressive Congress (APC)-nya Buhari. Tinubu dikabarkan telah meninggalkan Nigeria setelah kerusuhan terjadi. Presiden Buhari telah membubarkan unit polisi SARS dan berjanji melakukan reformasi, tetapi tuntutan para demonstran muda meluas menjadi seruan untuk perubahan yang lebih besar.

Penembakan polisi terhadap para demonstran tidak bersenjata memicu kecaman internasional, dan menimbulkan kekacauan di Lagos. Toko-toko dan kios sudah mulai buka sejak Sabtu (24/10) setelah jam malam dikurangi. Kantor polisi dibakar, supermarket dijarah, dan kendaraan-kendaraan dihancurkan. Para pejabat menuduh "penjahat" mengambil keuntungan dari kekacauan itu.

Kelompok HAM Amnesty International dikutip BBC mengatakan bahwa pasukan keamanan setidaknya menewaskan 12 korban jiwa, namun tentara Nigeria membantah terlibat. Beberapa hari terakhir, tampak penjarahan terjadi di Nigeria, menjarah toko-toko, pusat perbelanjaan, gudang penyimpanan dan properti yang dirusak. Banyak tempat bisnis milik politisi dijadikan target penjarahan, beberapa gedung dibakar dan penjara-penjara diserang.

BBC juga mengabarkan bahwa di tempat lain di Nigeria, dikabarkan ratusan orang menjarah gudang-gudang milik pemerintah di Bukuru, dekat pusat kota Jos. Gudang-gudang itu dilaporkan sebagai tempat penyimpanan stok makanan yang seharusnya didistribusikan selama lockdown yang diterapkan untuk mengendalikan penularan virus Covid-19.

Menurut Presiden Buhari, setidaknya 69 orang tewas dalam kekerasan yang terjadi di jalanan sejak protes berlangsung di seluruh Nigeria. Kebanyakan korban adalah warga sipil namun juga ada korban dari pihak kepolisian dan tentara. (AFP/BBCI/kps/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru