Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

Rumah Sakit Rusia Mulai Vaksinasi Corona untuk Warga Sipil

Redaksi - Rabu, 02 Desember 2020 13:59 WIB
384 view
Rumah Sakit Rusia Mulai Vaksinasi Corona untuk Warga Sipil
AP Photo/Alexander Zemlianichenko Jr
Ilustrasi -- Vaksin Corona buatan Rusia 
Moskow (SIB)
Otoritas Rusia telah mulai menyalurkan batch pertama vaksin virus Corona (Covid-19) buatannya, Sputnik V, untuk penggunaan sipil. Vaksinasi Corona untuk warga sipil diklaim mulai dilakukan sejak pekan lalu di satu rumah sakit yang terletak di selatan ibu kota Moskow.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (1/12), otoritas Rusia sebelumnya mengumumkan bahwa hasil uji klinis sementara terhadap Sputnik V menunjukkan vaksin buatan Rusia itu efektif 92 persen dalam melindungi orang-orang dari penularan virus Corona. Rusia diketahui berupaya mengimbangi negara-negara Barat dalam kompetisi pengembangan vaksin Corona.

Vaksinasi Corona itu dilaporkan dilakukan terhadap warga setempat di Rumah Sakit Pusat Kota Domodedovo, pekan lalu. Namun tidak disebut lebih lanjut jumlah warga yang telah disuntik vaksin Corona buatan Rusia di wilayah tersebut.

Melalui situsnya, pihak rumah sakit menyatakan bahwa warga setempat yang ingin divaksin harus mendaftar melalui situs pemerintah terlebih dahulu dan membawa hasil tes negatif Corona serta dokumen identitas pada hari vaksinasi.

Kasus Corona di Rusia mengalami lonjakan sejak September lalu, namun otoritas setempat menolak untuk menerapkan lockdown ketat dan bersikeras menyatakan langkah-langkah terarah yang dilakukan sudah cukup mengatasi krisis.

Pada Senin (30/11) waktu setempat, otoritas Rusia melaporkan 26.338 kasus Corona baru, yang terdiri atas 6.511 kasus di Moskow dan 3.691 kasus di St Petersburg. Otoritas setempat juga melaporkan 368 tambahan kematian akibat Corona dalam 24 jam terakhir.

Menurut data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU), total 2.302.062 kasus Corona sejauh ini terkonfirmasi di wilayah Rusia, dengan 40.050 kematian.

EFEKTIF 94,1%
Sementara itu, perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) Moderna telah mengajukan permintaan otorisasi darurat vaksin Covid-19 kepada regulator AS, pada Senin (30/11). Permohonan itu diajukan setelah hasil studi terbaru menyatakan bahwa vaksin tersebut memiliki tingkat kemanjuran mencapai 94,1%.

Hasil sementara yang dilaporkan sebelumnya, menyatakan bahwa vaksin Moderna 94,5% efektif melawan virus Corona. Moderna juga mengatakan akan mengajukan permohonan izin pemasaran bersyarat kepada Badan Pengawas Obat Eropa (European Medicines Agency/EMA).

Pengumuman tersebut menambah deretan kemajuan dalam upaya memulai vaksinasi terbatas, karena tingkat infeksi virus Corona di seluruh dunia terus meningkat.

Moderna mengatakan proses peninjauan bergulir dengan EMA, serta otoritas regulator di Kanada, Swiss, Inggris, Israel, dan Singapura, telah dimulai. Proses ini bertujuan untuk mempercepat otorisasi. Perusahaan farmasi ini mengatakan uji coba vaksin sejauh ini tidak menimbulkan masalah keamanan yang serius.

Moderna akan menjadi perusahaan farmasi pertama yang mengajukan otorisasi vaksinnya di Uni Eropa (UE). Pekan lalu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan bahwa UE telah menandatangani kontrak hingga 160 juta dosis vaksin Moderna.

Kontrak itu memuat rencana pengiriman awal 80 juta dosis vaksin, dan 80 juta dosis tambahan selanjutnya. Moderna mengatakan vaksinnya dapat dikirim ke UE paling cepat bulan Desember, jika mendapat persetujuan di Eropa. Moderna mengatakan dengan efektivitas vaksin dan catatan keamanan yang baik - meski ada efek samping mirip flu yang berlangsung sementara - menandakan bahwa vaksin mereka memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Persyaratan yang dimaksud adalah untuk penggunaan darurat sebelum pengujian tahap akhir lengkap.

Kemajuan Moderna berada tepat di belakang perusahaan AS Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech, dalam upaya memulai vaksinasi di AS pada bulan Desember. Vaksin yang dibuat oleh tiga perusahaan China dan kandidat vaksin Rusia juga sedang diuji di beberapa negara. (Rtr/DWI/dtc/a)
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru