Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

AS Jual Senjata Rp 14 Triliun ke Maroko Sehari Setelah Normalisasi dengan Israel

* Setelah Maroko, Bhutan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel
Redaksi - Senin, 14 Desember 2020 12:13 WIB
389 view
AS Jual Senjata Rp 14 Triliun ke Maroko Sehari Setelah Normalisasi dengan Israel
Foto: Kementerian Luar Negeri Bhutan
Duta Besar Bhutan untuk India, Mayor Jenderal Vetsop Namgyel, dan Duta Besar Israel untuk India, Ron Malka (kanan), berfoto bersama setelah menandatangani kesepakatan hubungan diplomatik antara Bhutan dan Israel di New Delhi, India, Sabtu (12/12)
Washington DC (SIB)
Pemerintahan Presiden Trump melakukan penjualan senjata 1 miliar dollar AS (Rp 14,1 triliun) kepada Maroko, Jumat (11/12), sehari setelah melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel. Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui kesepakatan itu, Reuters menyebutkan bahwa pemerintahan Trump telah mengirim pemberitahuan kepada Kongres tentang penjualan senjata yang diusulkan. Proposal bernilai Rp 14,1 triliun tersebut mencakup 4 drone buatan Amerika Serikat, serta amunisi berpemandu presisi, kata sumber itu, seperti dilansir dari Al Jazeera pada Sabtu (12/12).

Pemberitahuan Departemen Luar Negeri kepada Kongres tentang kesepakatan senjata yang diusulkan memulai pemrosesan formal penjualan, menurut laporan Bloomberg pada Jumat, mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Bloomberg juga melaporkan bahwa kesepakatan itu mencakup 4 drone dan amunisi berpemandu laser.

Kongres diberi tahu tentang kesepakatan senjata internasional utama dan diberi kesempatan untuk meninjaunya sebelum disetujui. Di bawah undang-undang ekspor senjata Amerika Serikat, anggota Kongres dapat mencoba memblokir penjualan semacam itu dengan menawarkan resolusi ketidaksetujuan, tetapi sumber mengatakan penjualan senjata itu diharapkan terjadi.

Kesepakatan senjata AS bernilai miliaran dolar baru-baru ini dengan UEA, yang terjadi setelah negara Teluk itu menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel, secara luas dikecam oleh beberapa legislator AS yang mencoba memblokir penjualan tersebut. Upaya itu gagal awal pekan ini di Senat AS. Reuters pertama kali melaporkan kesepakatan penjualan senjata pada Kamis (10/12) setelah Presiden AS Donald Trump memuji perjanjian normalisasi antara Maroko dan Israel.

Normalisasi yang dikutuk oleh para pemimpin Palestina, dicapai setelah Washington mengakui klaim Maroko atas wilayah sengketa Sahara Barat. Maroko adalah negara Arab keempat yang setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel atas perintah pemerintahan Trump setelah Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan.

BHUTAN JALIN HUBUNGAN DIPLOMATIK
Sementara itu, Israel mengumumkan pada Sabtu (12/12) bahwa pihaknya resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Bhutan. Dengan demikian, Bhutan adalah negara teranyar yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebagaimana dilansir dari Reuters. Sebelum Bhutan, Maroko menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Sebelumnya, Uni Emirat arab ( UEA), Bahrain, dan Sudan turut membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Bhutan merupakan negara dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha dan merupakan tetangga India. Reuters melaporkan, kesepakatan Israel dengan Bhutan tersebut tidak terkait dengan hubungan yang disponsori oleh Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara Arab.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, perjanjian tersebut merupakan manifestasi dari kontak rahasia antara Israel dan Bhutan beberapa tahun lalu. "Lingkaran pengakuan (atas) Israel tumbuh dan berkembang," kata Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi.

“Pembentukan hubungan antara kami dan Kerajaan Bhutan akan menjadi tonggak sejarah lain dalam memperdalam hubungan Israel di Asia,” imbuh Ashkenazi. Bhutan bergantung pada India untuk pedoman kebijakan luar negeri dan pertahanannya menurut perjanjian persahabatan yang ditandatangani pada 2007.

Negara di Pegunungan Himalaya tersebut memelihara hubungan diplomatik dengan sekitar 53 negara. Menurut siaran pers bersama yang diunggah di situs web Kementerian Luar negeri Bhutan, penandatanganan kesepakatan hubungan diplomatik diadakan di Kedutaan Besar Israel di New Delhi, India. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Duta Besar Israel untuk India dan Duta Besar Bhutan untuk India. "Pembentukan hubungan diplomatik ini (akan) menciptakan jalan baru untuk kerjasama antara kedua negara dalam pengelolaan air, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, ilmu pertanian dan bidang lain yang saling menguntungkan," tulis siaran pers tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik perjanjian tersebut. Dia menambahkan bahwa selain Bhutan, Israel telah melakukan kontak dengan negara lain yang ingin menjalin hubungan. (Al Jazeera/Rtr/kps/a)
Sumber
: Hariansib Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru