Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Akibatkan Pembekuan Darah, Eropa dan Thailand Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Redaksi - Sabtu, 13 Maret 2021 11:41 WIB
335 view
Akibatkan Pembekuan Darah, Eropa dan Thailand Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca
SHUTTERSTOCK/rafapress
Ilustrasi vaksin Oxford-AstraZeneca yang dinamai AZD1222. Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Oxford University dan AstraZeneca untuk melawan infeksi virus corona.
Roma (SIB)
Italia dan Prancis menempuh kebijakan berbeda terkait vaksin Covid-19 AstraZeneca, yang sedang ramai ditangguhkan oleh negara-negara Eropa. Seperti diberitakan sebelumnya, hingga Kamis (11/3) ada 8 negara Eropa yang menghentikan sementara penyuntikan vaksin virus corona AstraZeneca, akibat munculnya kasus pembekuan darah pasien. Kedelapan negara tersebut adalah Denmark, Austria, Islandia, Norwegia, Estonia, Latvia, Lituania, dan Luksemburg.

Kemudian yang terbaru, pada Jumat (12/3) Thailand juga mendadak menunda penyuntikan vaksin corona AstraZeneca. Daftar negara Eropa yang menangguhkan vaksin AstraZeneca bertambah setelah Italia mengumumkan kebijakan sama. "Menyusul laporan beberapa kejadian merugikan yang serius, AIFA (Badan Obat-obatan Italia) memutuskan, sebagai tindakan pencegahan, untuk mengeluarkan larangan penggunaan batch ini secara nasional," kata AIFA dikutip dari AFP.

Dikatakan pula bahwa AIFA berhak mengambil tindakan lebih lanjut jika perlu, dan berkoordinasi dengan Badan Obat-obatan Eropa (EMA). Batch vaksin AstraZeneca yang ditunda regulator Italia adalah ABV2856, berbeda dengan ABV5300 yang ditangguhkan Austria. AIFA sebelumnya mengatakan, batch ABV5300 tidak didistribusikan di Italia, tetapi belum diketahui apakah itu satu-satunya batch yang beredar di sana.

Berbeda dengan kesembilan negara Eropa, Prancis memutuskan tetap memakai vaksin Covid-19 AstraZeneca, kata Menteri Kesehatan Olivier Veran pada Kamis (11/3). Veran berkata, dia sudah berkonsultasi dengan badan obat-obatan Prancis yang menyarankannya tidak mengambil tindakan serupa. "Tidak perlu menghentikan (vaksin) AstraZeneca," ucap Veran dalam konferensi pers yang dikutip AFP.

Veran melanjutkan, jumlah kasus harian Covid-19 di Paris yang masuk ICU sangat tinggi, sehingga kapasitas rumah sakit berisiko melebihi batas. “Kapasitas tingkat kritis dapat tercapai pada akhir Maret. Oleh karena itu, pihak berwenang bersiap memindahkan puluhan bahkan ratusan pasien ICU dari Paris ke wilayah lain di Prancis,” kata Veran.

Penundaan vaksin AstraZeneca dilakukan menyusul adanya kasus pembekuan darah pasien usai vaksinasi. EMA mengungkapkan, sampai 9 Maret ada 22 kasus pembekuan darah dari 3 juta orang lebih yang divaksinasi di Wilayah Ekonomi Eropa. Di Austria perawat berusia 49 tahun meninggal akibat pembekuan darah yang parah, beberapa hari setelah disuntik vaksin corona tersebut. Namun pada Rabu (10/3) EMA menyampaikan, penyelidikan awal menunjukkan kasus kematian perawat tersebut tidak terkait dengan vaksin AstraZeneca. Kemudian di Denmark sejauh ini ada satu orang yang meninggal setelah disuntik vaksin Covid-19, dan EMA sedang menyelidiki kematiannya. (AFP/kps/f)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru