Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Presiden, Perdana Menteri dan Menhan Pakistan Positif Corona

Redaksi - Rabu, 31 Maret 2021 10:48 WIB
542 view
Presiden, Perdana Menteri dan Menhan Pakistan Positif Corona
AP/K.M. Chaudary
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.
Islamabad (SIB)
Presiden Pakistan Arif Alvi dinyatakan positif Covid-19 setelah menerima dosis pertama vaksin corona. Sepekan lalu Perdana Menteri Imran Khan juga positif terinfeksi virus corona. "Sudah mendapat vaksin (pertama), tapi antibodi mulai berkembang setelah dosis (kedua) yang jatuh tempo dalam sepekan. Harap berhati-hati terus," ujar Alvi.

Tidak lama setelah Alvi, Menteri Pertahanan (Menhan) Pervez Khattak juga dinyatakan positif. "Kita semua perlu menanggapi gelombang ketiga ini dengan sangat serius. Semoga Tuhan melindungi kita semua," kata Khattak, Senin (29/3) seperti dikutip dari Reuters.

Perdana Menteri Imran Khan dinyatakan positif dua hari setelah menerima dosis pertama vaksin corona awal bulan ini. Para pejabat mengatakan dia kemungkinan terinfeksi sebelum disuntik. Foto yang dirilis oleh pemerintah pada 15 Maret memperlihatkan sang presiden sedang menerima vaksin. Tetapi tidak disebutkan vaksin buatan mana yang digunakan.

Namun, kantor berita China, Xinhua melaporkan pada 18 Maret lalu bahwa Alvi dan Khan menerima suntikan vaksin Sinopharm. Imran Khan mendapat vaksin beberapa hari setelah Alvi. Khan, (68) menerima suntikan Covid-19 di Islamabad, yang dikonfirmasi Asisten Khusus Perdana Menteri Pakistan untuk Kesehatan Faisal Sultan. Kasus virus corona melonjak drastis di negara Asia Selatan tersebut.

Pakistan memiliki 659.116 infeksi dan lebih dari 14.250 kematian akibat Covid. Sementara itu 4.525 infeksi dan 41 kematian dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Pemerintah berencana memberlakukan pembatasan lebih ketat termasuk larangan resepsi pernikahan dan pertemuan besar. Pakistan telah meluncurkan program vaksin awal bulan ini. Tahap awal, mereka menginokulasi petugas kesehatan dan kelompok usia berisiko tinggi. Tetapi negara tersebut menghadapi kemunduran karena keraguan pada vaksin. Selain itu, kedatangan vaksin di Pakistan juga tertunda. (Rtr/CNNI/d)
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru