Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Ukraina Gelar Pemilu Legislatif, Partai Pro Barat Diprediksi Menang

- Selasa, 28 Oktober 2014 11:57 WIB
197 view
Kiev (SIB)- Partai-partai pendukung negara Barat akan mendominasi parlemen Ukraina setelah dilakukan pemilihan umum pertama sejak revolusi terjadi bulan Februari, demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan selesai pemberian suara.

Sekitar 31,5 juta rakyat Ukraina berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara, Senin (27/10) untuk memilih anggota parlemen yang baru. Pemilihan legislatif itu berlangsung di tengah konflik antara pemerintah Ukraina dan kubu pemberontak pro-Rusia di bagian timur.

Kubu Presiden Petro Poroshenko diperkirakan akan memenangkan sebagian besar kursi, sementara partai Perdana Menteri Arseny Yatsenyuk berada di urutan kedua dengan perbedaan tipis. Poroshenko mendesak dilakukannya pemilu sesegera mungkin agar Ukraina memulai lembaran baru setelah dikeluarkannya para pemimpin pendukung Rusia.

Sebanyak 3 juta orang di Provinsi Donetsk dan Provinsi Lugansk tidak akan berpartisipasi lantaran kubu pemberontak berkeras akan menggelar pemilu sendiri pada 2 November mendatang. Begitu pula dengan 2 juta orang di Krimea yang dianeksasi Rusia pada Maret lalu. Imbasnya, 27 dari 450 kursi di parlemen Ukraina akan dikosongkan.

Meski demikian, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan dirinya tidak memecahkan permasalahan di negaranya dengan solusi militer. "Tiada kritik, betapapun akut dan menyakitkan, yang akan menghentikan saya dari upaya menemukan cara damai untuk keluar dari situasi saat ini," kata Poroshenko.

Dalam pemilihan legislatif kali ini, 225 dari 450 kursi di parlemen akan dialokasikan secara proporsional sesuai dengan kemenangan partai. Sebuah partai harus mendulang lebih dari 5% suara untuk menduduki sebuah kursi. Sebanyak 198 kursi lainnya dialokasikan bagi masing-masing wilayah pemilihan. Adapun 27 kursi sisa, dari Provinsi Donetsk, Luganks, dan Krimea akan dikosongkan.

Pemilu dilakukan di tengah krisis energi karena Rusia menghentikan pasokan gas ke Ukraina pada bulan Juni dipicu pertikaian pembayaran tagihan. Ekonomi Ukraina merosot tajam dengan perkiraan PDB turun antara 7-10% untuk tahun ini. (BBC/AP/R16/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru