Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Perempuan Iran Dihukum Mati karena Bunuh Pemerkosa

- Rabu, 29 Oktober 2014 16:50 WIB
354 view
TEHRAN (SIB)- Nasib tragis dialami seorang perempuan Iran. Dia dihukum mati setelah membunuh pria yang coba memerkosanya. Setelah penetapan hukuman itu, dia pun mengirimkan pesan untuk ibunya. Perempuan tersebut bernama Reyhaneh Jabbari. Ia dihukum mati di tahanan Tehran, Sabtu (25/10) pagi waktu setempat. Hukuman yang menimpa Jabbari itu mendapat kecaman dari kelompok hak asasi manusia Amnesti Internasional.

Jabbari dinyatakan bersalah karena membunuh seorang mantan perwira intelijen. Dalam persidangan, perempuan 26 tahun tersebut didakwa menusuk pelaku menggunakan satu pisau pena. Namun, Jabbari menolak tuduhan telah membunuh perwira itu. Ia mengatakan, pelaku pembunuhan sebenarnya seorang pria yang ada di tempat kejadian perkara.

Jabbari menolak dihukum mati, meski bukti di persidangan sangat kuat. Kemudian, pada April 2014, dia langsung menghubungi ibunya serta mengatakan organ tubuhnya bisa didonasikan. “Seharusnya saya yang tewas pada malam itu. Tubuh saya akan dilempar ke pojok kota, dan setelah beberapa hari polisi akan membawanya ke koroner untuk mengidentifikasi tubuh saya. Anda harus ketahui bahwa saya juga sudah diperkosa,” demikian tulis Jabbari dalam surat kepada ibunya seperti dilansir dari Associated Press, Selasa (28/10).

“Kasus pembunuhan itu tidak akan dibuktikan karena saya tidak memiliki harta dan kekuatan seperti mereka. Maka, Anda bisa melanjutkan kehidupan dengan menderita dan penuh malu. Beberapa tahun kemudian Anda akan tewas karena rasa malu ini dan itu yang seharusnya terjadi,” sambungnya.

Kemudian Jabbari mengatakan kepada ibunya. Dia ingin organ tubuhnya didonasikan. “Saya tidak ingin membusuk di bawah tanah. Saya tidak mau mata atau jantung saya menjadi abu,” kata Jabbari.

“Setelah saya dihukum, jantung, ginjal, mata, tulang dan semua yang dapat ditransplantasikan, bisa diambil dari tubuh saya dan berikan ke seseorang yang membutuhkannya. Saya tidak mau penerima donor mengetahui nama saya agar mereka tidak membeli bunga atau berdoa untuk saya,” lanjutnya. (AP/R16/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru