Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 22 April 2026

Dipicu Krisis Rusia - Ukraina, Polandia akan Beli Drone Bersenjata

- Kamis, 06 November 2014 11:37 WIB
391 view
Warsawa (SIB)- Polandia mengumumkan akan memperoleh drone tempur sebagai bagian dari perubahan pasukan bersenjatanya bernilai multi-miliar-euro di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia atas perannya dalam krisis Ukraina. "Kami akan menggunakan pesawat nirawak (drone) ini untuk mempertahankan wilayah kami," kata Wakil Menteri Pertahanan Czeslaw Mroczek.

"Rekan Ukraina saya memberitahu saya bahwa salah satu masalah utama mereka adalah fakta drone Rusia beroperasi di ruang udara Ukraina untuk lingkup target artileri. Ukraina tidak berdaya dalam situasi ini, dan jadi ini adalah jawaban kami," kata Mroczek.

Warsaw akan mulai memperoleh drone pengintai pada tahun 2017 dan model serangan pada 2018-2019, ia menambahkan. Dia mengungkapkan bahwa pembicaraan sedang berlangsung dengan produsen AS, antara lain, untuk kendaraan udara tempur tak berawak atau CUAV.

Polandia telah mengalokasikan 33,6 miliar euro (42 milyar dolar AS) untuk meng-upgrade peralatan militernya lebih dari satu dekade, termasuk memperoleh perisai rudal dan sistem anti-pesawat, pengangkut personel lapis baja dan kapal selam di samping untuk drone.

Eskalasi ketegangan dengan Rusia atas perannya dalam krisis Ukraina telah membunyikan alarm pada sisi timur NATO di negara-negara yang dulunya di bawah Jempol Moskow. Ketegangan telah meningkat lebih lanjut pada saat NATO mencegat pembom berkemampuan nuklir Rusia dan pesawat tempur lainnya di wilayah udara Eropa pada lebih dari 100 kali sehingga sepanjang tahun ini, tiga kali lebih banyak daripada di seluruh tahun 2013.

Sementara itu Pemerintah Ukraina memutuskan untuk menambah pasukan di wilayah Ukraina Timur, langkah ini diambil menyusul niat pemberontak di sana untuk mendirikan negara baru. Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengatakan pengerahan tentara ini bertujuan agar wilayah di Ukraina Timur tetap dalam kendali pemerintah pusat dan menjaganya dari serangan kelompok pemberontak.

Poroshneko tetap berkeyakinan Rusia selalu memberi bantuan militer kepada pihak pemberontak, namun Rusia menyangkal tuduhan itu. “Kami akan mengirimkan tentara Ukraina untuk mengusir pemberontak dari kota Mariupol, Berdyansk, Kharkiv, Wilayah Utara Luhansk, dan Dnipropetrovsk,” ujar Poroshenko, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (5/11)

Krisis di Ukraina semakin meningkat, hal ini disebabkan pada minggu (2/11) wilayah Ukraina Timur mengadakan pemilu yang dimenangkan oleh kelompok pemberontak, Uni Eropa (UE) menganggap pemilu itu merupakan tindakan ilegal.

Lalu pada Selasa (4/11) Pemimpin kelompok separatis Ukraina, Alexander Zakharchenko, diambil sumpahnya sebagai presiden. Negara yang akan dipimpin Zakharchenko bernama Republik Rakyat Donetsk dan mencakup Ukraina Timur yang merupakan basis masa pro-Rusia. (Ant/AFP/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru