Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Vietnam Ajukan Sengketa Maritimnya dengan Tiongkok ke Arbitrase PBB

- Senin, 15 Desember 2014 10:59 WIB
197 view
Manila (SIB)- Vietnam membantu menjamin perdamaian di Laut Tiongkok Selatan dengan Beijing mengikuti tindakan Filipina menyerahkan kasus itu ke Arbitrase PBB  kata Manila, kendatipun faktanya Beijing menolak ikut ambil bagian.

Beijing mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan yang kaya minyak dan gas tetapi Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan juga mengklaim. Hanya Brunei Darussalam tidak mendudukinya, wilayah garnisun di daerah yang rawan konflik itu.

Vietnam, Kamis menyampaikan sikapnya itu ke pengadilan arbitrase yang diprakarsai oleh Filipina menyangkut sengketa yang memburuk itu. Tiongkok menyeru Vietnam menghormati kedaulatannya dan menolak arbitrase PBB.

"Sikap Vietnam bermanfaat menyangkut bagi norma hukum dan dalam mengusahakan penyelesaian damai dan tanpa kekerasan atas klaim-klaim bagi Laut Tiongkok Selatan berdasarkan hukum internasional," kata kementerian luar negeri Filipina.

"Ini akan meningkatkan perdamaian dan stabilitas di kawasan kita."

Tiongkok, Vietnam  dan Filipina adalah para penandatangan Konvensi PBB mengenai Hukum Laut, satu perjanjian internasional yang memberikan hak-hak untuk menyelidiki dan mengeksploitasi sumber-sumber alam dalam 200 mil laut dari pantai satu negara. Baik Brunei Darussalam maupun Manila mengatakan Beijing sedang memperluas wilayahnya di luar batas itu.

Pada Mei, Tiongkok menempatkan anjungan pengeboran minyak yang terbesar dekat pantai Vietnam di Kepulauan Paracel yang membuat terjadi protes di Hanoi terhadap kepentingan-kepentingan bisnis Tiongkok. Pada saat yang sama, Beijing mulai mereklamasi   pulau-pulau Spratly dan agaknya untuk membangun lapangan terbang di daerah itu.

Beijing juga menguasai Beting Scarborough di dekat pulau Luzon, Filipina dan mengejar kapal-kapal sipil yang mengangkut pasokan-pasokan ke Beting Thomas Kedua di Spratly.

Filipina dan Vietnam nampaknya menghentikan sikap yang saling tidak percaya puluhan tahun. Tahun lalu, kedua negara melakukan perundingan angkatan laut kedua negara dan bulan lalu, Hanoi memamerkan dua kapal perang jenis pergat yang dilengkapi dengan rudal di Manila dalam satu persinggahan pelabuhan. Kedua negara akan menyelenggarakan dialog pertahanan strategis pertama awal tahun depan.

"Pendapat hukum Vietnam mendukung kasus hukum Filipina," kata Profesor Rommel Baanoi, seorang pengamat keamanan di televisi.

"Apa yang Vietnam lakukan pada faktanya mendukung, menegaskan dan bahkan  berada dibelakang tindakan hukum Filipina dan itu adalah baik bagi kepentingan nasional kita." (Ant/Rtr/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru