Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Norwegia Hentikan Kerja Sama Militer dengan Rusia

* AS Jatuhkan Sanksi Ekonomi Baru
- Senin, 15 Desember 2014 11:03 WIB
293 view
Oslo (SIB)- Norwegia mengumumkan menghentikan kerja sama militer dengan Rusia sampai akhir 2015 karena peran tetangganya itu dalam kemelut Ukraina. "Keadaan di Ukraina timur parah dan Rusia pemain yang tidak dapat diperdebatkan dan memegang peran menggoyahkan," kata Menteri Pertahanan Norwegia Ine Eriksen Soereide dalam pernyataan. "Rusia mendukung kelompok separatis di Ukraina timur dan menggelarkan pasukan militer di perbatasan itu. Itu tidak dapat diterima," katanya.

Norwegia memiliki hubungan dekat dengan tetangga terluasnya itu tetapi memutuskan akan menerapkan pada Moskow sanksi-sanksi yang sama seperti yang diberlakukan Uni Eropa, kendatipun  tidak menjadi anggota blok itu.

Negara Nordik itu menangguhkan kerja sama militernya dengan Rusia Maret, setelah Moskow menganeksasi semenanjung Krimea dan dimulainya krisis di Ukraina timur, yang sebagian dikuasai pemberontak pro-Rusia. Semua hubungan itu tidak putus, karena kedua negara masih bekerja sama dalam beberapa bidang termasuk penjaga pantau mereka, pengawasan perbatasan dan penyelamatan di laut.

Swedia, tetangganya, yang bukan anggota NATO,Kamis menghidupkan kembali kemungkinan penggunaan tentara cadangan, dengan Menteri Pertahanan Peter Hultqvist mengutip "persenjataan kembali Rusia" sebagai salah satu alasan.

Sementara Kongres Amerika Serikat, Sabtu (13/12), dengan suara bulat menyetujui sanksi-sanksi ekonomi baru terhadap Rusia dan bantuan senjata-senjata untuk Kiev. Rancangan Undsng-Undang Dukungan Kemerdekaan Ukraina  itu telah disetujui Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tetapi ksrena masalah teknis naskah itu dikembalikan kepada Senat di mana kemudian disetujui secara bulat setelah  badan itu menangguhkannya  Sabtu malam. Kini terserah pada Presiden Barack Obama apakah ia akan menandatanganinya atau memveto tindakan itu. Gedung Putih mengatakan pihaknya "akan membahasnya."

Sehari menjelang satu pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Moskow memperingatkan bahwa "pasti, kami tidak dapat membiarkannya tanpa satu tanggapan."

Obama disebut-sebut akan memberikan bantuan bantuan militer yang tidak mematikan kepada Ukraina, termasuk senjata-senjata anti-tank, amunisi dan pesawat tanpa awak. Washington mendukung Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia, tetapi Obama belum menyetujui permintaan senjata-senjata oleh Kiev. Pada November, Pentagon mengirim 20 sistem radar anti-tank ke Ukraina.

Sementara menteri pertahanan Estonia mengatakan pesawat Rusia telah melanggar wilayah udaranya selama akhir pekan, saat tiga negara Baltik dan Polandia menyatakan keprihatinan atas kegiatan militer Rusia belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.

Tindakan-tindakan Rusia di Ukraina, termasuk pencaplokan Maret atas semenanjung Krimea, telah menyebabkan ketakutan Polandia dan trio tetangga Baltik Estonia, Latvia dan Lithuania - semua anggota NATO baru yang sebelumnya didominasi oleh Moskow.

"Kami melihat gerakan besar-besaran di udara," kata Menteri Pertahanan Estonia Sven Mikser kepada wartawan Jsetelah dua hari pembicaraan di Latvia dengan timpalannya dari Polandia dan negara-negara Baltik. "Kami telah melihat jarak jauh pembom strategis terbang, yang tidak biasa mengunjungi wilayah kami. Mereka bergerak tak perlu provokatif. NATO mengatakan lebih dari 30 pesawat Rusia dicegat di ruang internasional di atas Laut Baltik dan lepas pantai Norwegia pada Senin saja, demikian AFP melaporkan. (Ant/AFP/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru