Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Israel Serang Balik, Iran Ancam Kerahkan Kekuatan Lebih Besar

Redaksi - Minggu, 14 April 2024 14:28 WIB
503 view
Israel Serang Balik, Iran Ancam Kerahkan Kekuatan Lebih Besar
REUTERS/Ronen Zvulun
Rudal Iran ke Israel. 
Teheran (harianSIB.com)
Iran memperingatkan Israel tidak melancarkan serangan balik untuk melawannya. Iran bahkan mengancam akan mengerahkan kekuatan lebih jika Israel balik menyerang.

Iran menyerang Israel yang menurut Tehran merupakan balasan atas serangan Israel awal bulan ini terhadap kompleks kedutaan besarnya di ibu kota Suriah, Damaskus.

"Republik Islam Iran tidak akan ragu untuk menggunakan hak membela diri jika diperlukan," kata Duta Besar Iran dan Wakil Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir CNN, Minggu (14/4/2024).

"Jika rezim Israel kembali melakukan agresi militer, respons Iran pasti akan lebih kuat dan tegas," tambah Iravani.

Mengutip pembelaan diri terhadap agresi militer Israel sebelumnya, Iravani mengatakan serangan itu secara khusus merupakan pembalasan atas serangan Israel pada 1 April terhadap apa yang dikatakan Iran sebagai fasilitas diplomatik di Damaskus.

Iran mengklaim serangan itu melanggar hukum internasional dan menyebabkan kematian tujuh penasihat militer Iran, termasuk komandan penting Korps Garda Revolusi Iran.

Pernyataan tersebut juga mengkritik Dewan Keamanan PBB yang dinilai "gagal menegakkan perdamaian internasional," membiarkan Israel "melanggar" norma-norma internasional dan "meningkatkan" ketegangan regional.

Israel telah melakukan banyak serangan terhadap sasaran yang didukung Iran di Suriah, sering kali menargetkan pengiriman senjata yang diduga ditujukan untuk Hizbullah, proksi Iran yang kuat di Lebanon.

Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan 1 April yang menghancurkan gedung konsulat Iran di ibu kota Damaskus, termasuk Mohammed Reza Zahedi, seorang komandan penting Garda Revolusi.

Namun juru bicara Pasukan Pertahanan Israel mengatakan informasi intelijen mereka menunjukkan bahwa bangunan tersebut bukanlah konsulat, melainkan bangunan militer pasukan Quds yang menyamar sebagai bangunan sipil. (*)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru