Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026
Israel Terus Menyerang Gaza

PBB: Perang Harus Dihentikan

* Dubes Israel Marah-marah, Hancurkan Piagam PBB Pakai Mesin
Redaksi - Senin, 13 Mei 2024 09:58 WIB
424 view
PBB: Perang Harus Dihentikan
(Foto: Reuters via indianaexpress)
HANCURKAN: Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menghancurkan salinan Piagam PBB dengan sebuah mesin saat berpidato di hadapan para delegasi dalam Sidang Umum PBB, Sabtu (11/5).

Mengungsi
Terpisah, Israel meminta warga Palestina di lebih banyak wilayah di kota Rafah di selatan Gaza mengungsi dan menuju ke tempat yang mereka sebut sebagai wilayah kemanusiaan di Al-Mawasi pada Sabtu (11/5).


Ini merupakan indikasi lebih lanjut bahwa militer akan meneruskan rencananya melakukan serangan darat ke Rafah.


Militer Israel juga meminta penduduk dan pengungsi di daerah Jabalia di Gaza utara keluar dari wilayah tersebut.


Mereka mengatakan akan kembali beroperasi di sana setelah melihat Hamas berusaha mendapatkan kendali atas daerah tersebut.


Dilansir Reuters, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, setidaknya 37 warga Palestina, 24 di antaranya berasal dari wilayah tengah Gaza, tewas dalam serangan udara, termasuk di Rafah, kota paling selatan di Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir.


"Mereka melemparkan brosur ke Rafah dan berkata, dari Rafah ke al-Zawayda aman, orang-orang harus mengungsi ke sana, dan mereka melakukannya, dan apa yang terjadi dengan mereka? Mayat yang terpotong-potong? Tidak ada tempat yang aman di Gaza," kata salah seorang warga, Khitam Al-Khatib.


Dia telah kehilangan setidaknya 10 kerabatnya dalam serangan udara di sebuah rumah keluarga pada Sabtu pagi. Al-Zawayda adalah kota kecil di Jalur Gaza tengah yang dipenuhi oleh ribuan pengungsi dari seluruh wilayah kantong.


Militer Israel mengatakan pesawatnya menyerang puluhan sasaran di Gaza selama beberapa hari terakhir. Pasukan daratnya juga telah melenyapkan sekitar 30 pejuang di Zeitoun.


Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya tujuh orang di sebuah rumah di kota Beit Lahiya di Jalur Gaza utara, semuanya berasal dari keluarga yang sama.


Warga mengatakan tank Israel telah ditempatkan di kota tersebut. Di Rafah, di mana kementerian kesehatan mengatakan 16 orang tewas, warga mengatakan bahwa perintah evakuasi baru oleh militer Israel mencakup wilayah di pusat kota.


Tidak ada keraguan bahwa Israel berencana memperluas serangan daratnya di sana.


"Situasinya sangat sulit, orang-orang meninggalkan rumah mereka dengan panik," kata Khaled, 35, seorang warga lingkungan Shaboura, sebuah daerah di mana perintah baru untuk keluar telah dikeluarkan.



Melarikan Diri
Pasukan Israel terus menyerang Rafah meski dunia mendesak gencatan senjata segera dilakukan. Israel juga menutup jalur bantuan utama dan menghentikan lalu lintas di jalur lain.


Israel telah memperluas perintah evakuasi di Rafah timur. Mereka juga menyebut 300.000 orang telah meninggalkan kota tersebut sejak tentara Israel mendesak orang-orang untuk meninggalkan Rafah awal pekan ini.


Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan 'kami telah melenyapkan puluhan teroris di Rafah timur' dan tentara Israel mengklaim sedang memerangi 'teroris bersenjata' di perbatasan dan telah menemukan 'banyak terowongan bawah tanah'.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru