Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026
Israel Terus Menyerang Gaza

PBB: Perang Harus Dihentikan

* Dubes Israel Marah-marah, Hancurkan Piagam PBB Pakai Mesin
Redaksi - Senin, 13 Mei 2024 09:58 WIB
423 view
PBB: Perang Harus Dihentikan
(Foto: Reuters via indianaexpress)
HANCURKAN: Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menghancurkan salinan Piagam PBB dengan sebuah mesin saat berpidato di hadapan para delegasi dalam Sidang Umum PBB, Sabtu (11/5).

Marah
Sementara itu, dilaporkan terpisah, Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Gilad Erdan, menyampaikan pidato dengan nada marah dalam sesi khusus Majelis Umum PBB. Dia juga memasukkan salinan Piagam PBB ke dalam mesin penghancur kertas berukuran kecil yang dibawanya.


Dilansir AFP dan BBC, Minggu (12/5), peristiwa itu terjadi saat Erdan bicara dalam sesi khusus Majelis Umum PBB mengenai upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB di Markas Besar PBB, New York, pada Jumat (10/5) waktu setempat.


"Anda mencabik-cabik Piagam PBB," ujarnya.


Majelis Umum PBB diketahui telah memperkuat hak-hak Palestina dalam organisasi tersebut dan menyerukan agar Palestina diterima sebagai anggota. Hal itu yang membuat Erdan marah-marah.


Erdan terlihat membawa mesin penghancur kecil di hadapan depan majelis. Dia lalu memasukkan salinan Piagam PBB ke dalam mesin itu. Salinan Piagam PBB itu kemudian terlihat terpotong-potong.


Palestina diketahui mempunyai status negara pengamat non-anggota sejak tahun 2012. Status itu memungkinkan beberapa hak untuk tidak menjadi anggota penuh.


Gilad Erdan dengan lantang menolak resolusi Majelis Umum yang menyetujui untuk mempertimbangkan kembali agar Palestina menjadi anggota penuh organisasi tersebut.


Erdan menuduh negara yang mendukung resolusi itu sama saja mendukung Hamas yang ia samakan seperti kelompok "Nazi zaman modern".


"Saya ingin dunia menyaksikan tindakan amoral ini (voting). agar kalian semua juga berkaca bahwa (voting) ini, tindakan Anda semua, telah menghancurkan Piagam PBB. Kalian memalukan," kata Erdan di depan podium sambil menghancurkan kertas bertuliskan 'Piagam PBB' yang ia pegang.
Dikutip Associated Press, Erdan juga membawa foto pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, saat berpidato.


Ia mewanti-wanti PBB jika dunia mengizinkan Palestina menggelar pemilu dalam waktu dekat, Hamas akan memenangkannya.


Menurut Erdan, memberikan izin menggelar pemilu kepada Palestina sama saja "memberikan hak istimewa kepada negara teroris Hamas di masa depan."


"Seorang teroris yang tujuannya adalah genosida Yahudi akan menjadi pemimpin Palestina di masa depan," kata Erdan sambil mengangkat foto Sinwar di podium pidato.


Sebanyak 143 negara mendukung Palestina dalam pemungutan suara yang digelar Majelis Umum PBB untuk menentukan keanggotaan Palestina.
Sementara sembilan negara, termasuk Amerika Serikat dan Israel menolak, dan 25 lainnya abstain.


"Dunia bersama rakyat Palestina," kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut hasil pemungutan suara tersebut.


Resolusi Majelis Umum PBB in memberikan "hak dan keistimewaan" baru kepada Palestina dalam organisasi tersebut.


Selain itu, resolusi ini juga berisikan permintaan agar Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan kembali pengajuan Palestina untuk menjadi anggota penuh ke-194 PBB.


Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) memveto draf resolusi DK PBB terkait upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh organisasi tersebut. Rancangan resolusi tersebut digagas oleh Aljazair yang saat ini menjadi anggota tidak tetap DK PBB.


Resolusi DK PBB yang diveto AS tersebut akan membuka jalan bagi keanggotaan penuh Palestina di PBB, sebuah tujuan yang sudah lama diupayakan oleh Palestina dan dijegal Israel. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru