Kamis, 18 Juli 2024

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diperkirakan Lebih dari 100 Orang Tewas

Redaksi - Sabtu, 25 Mei 2024 12:38 WIB
459 view
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diperkirakan Lebih dari 100 Orang Tewas
Foto: getty images via BBC
Longsor di Papua Nugini timbun satu desa

Port Moresby (SIB)
Bencana tanah longsor terjadi di daerah terpencil di Papua Nugini, Jumat (24/5) waktu setempat. Tanah longsor itu mengubur satu desa hingga diyakini bahwa lebih dari 100 orang tewas. Demikian laporan Australian Broadcasting Corp.

Tanah longsor dilaporkan melanda desa Kaokalam di Provinsi Enga, sekira 600 kilometer barat laut ibu kota negara kepulauan Pasifik Selatan, Port Moresby, sekira pukul 3 pagi waktu setempat, ABC news melaporkan.

Warga mengatakan perkiraan jumlah korban tewas saat ini melebihi 100 orang, meskipun pihak berwenang belum mengonfirmasi angka tersebut. Namun penduduk desa mengatakan jumlah orang yang tewas mungkin jauh lebih tinggi.

Baca Juga:

Video di media sosial menunjukkan penduduk setempat mengeluarkan jenazah yang terkubur di bawah batu dan pohon. Pemerintah dan polisi Papua Nugini tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Elizabeth Laruma, yang menjalankan asosiasi bisnis perempuan di Porgera, kota di provinsi yang sama dekat Tambang Emas Porgera mengatakan, rumah-rumah desa rata dengan tanah ketika sisi gunung runtuh.

Baca Juga:

"Ini terjadi ketika orang-orang masih tertidur pada dini hari, dan seluruh desa telah tenggelam," kata Laruma kepada ABC News. "Dari perkiraan saya, ada sekira 100 lebih orang yang terkubur di bawah tanah," ungkap dia.

Selain itu, tanah longsor juga menutup jalan antara Porgera dan desa tersebut, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan bahan bakar dan barang bagi kota tersebut. Warga desa Ninga Role yang sedang tidak berada di tempat ketika tanah longsor terjadi, memperkirakan setidaknya empat kerabatnya telah meninggal. "Ada beberapa batu besar, tanaman, dan pohon. Bangunan-bangunannya runtuh. Hal-hal ini membuat sulit untuk menemukan mayatnya dengan cepat," tutur dia.

Belinda Kora, reporter ABC yang berbasis di Port Moresby mengatakan, pihak berwenang belum memberikan komentar resmi lebih dari 12 jam setelah bencana tersebut. Untuk mencapai lokasi bencana, dia mengatakan bahwa hanya helicopter yang dapat mengaksesnya.

Sebab, daerah itu berada di kawasan pedalaman pegunungan. Sedangkan akses jalan utama tertutup. Papua Nugini adalah negara berkembang dan beragam yang sebagian besar penduduknya adalah petani subsisten dan menguasai 800 bahasa.

Ada beberapa jalan di luar kota-kota besar. Dengan populasi 10 juta jiwa, negara ini juga merupakan negara Pasifik Selatan dengan populasi terpadat setelah Australia yang dihuni sekira 27 juta jiwa. Namun, telekomunikasi buruk, khususnya di luar Port Moresby. Di mana data pemerintah menunjukkan 56 persen pengguna media sosial di negara tersebut, hanya 1,66 juta orang di seluruh negeri yang menggunakan internet dan 85 persen penduduknya tinggal di daerah pedesaan. (**)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
RI Resmi Ekspor Listrik ke Papua Nugini
Longsor di Papua Nugini, 670 Orang Terkubur
Gunung di Papua Nugini Runtuh, 300 Orang Lebih Tertimbun Longsor
Hujan Deras, Jalinsum Tarutung - Sibolga Tertutup Tanah Longsor
Tanah Longsor Menutupi Jalur Alternatif Karo-Langkat, Akses Lumpuh Total
Ketua Umum PGI Kunjungi dan Doakan Keluarga Korban Longsor di Tana Toraja
komentar
beritaTerbaru