Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026
Bungkam TikTok Saat Menjabat

Jelang Pemilu AS, Donald Trump Malah Bikin TikTok Raup 3 Juta Followers

Redaksi - Selasa, 04 Juni 2024 10:20 WIB
266 view
Jelang Pemilu AS, Donald Trump Malah Bikin TikTok Raup 3 Juta Followers
Istimewa
Donald Trump
Jakarta (SIB)
Saat menjabat Presiden AS, Donald Trump membungkam media sosial TikTok. Namun, menjelang Pilpres Trump justru bikin akun di TikTok. Sehari mendaftar, eks Presiden Amerika Serikat itu langsung meraup tiga juga pengikut.


Trump disebut membuka akun TikTok menjelang pencalonan kembali dirinya pada pemilihan presiden AS yang akan digelar pada November mendatang.


Keputusan Trump untuk bergabung ke TikTok disebut bisa membantu mendongkrak popularitasnya di kalangan pemilih muda, lantaran ia bakal kembali bersaing ketat dengan petahana Presiden Joe Biden.


Di unggahan pertamanya pada akun @realdonaldtrump, video itu sudah ditonton lebih dari 56 juta kali. Pada video TikTok itu Trump menyapa penggemar di sebuah pertandingan Ultimate Fighting Championship di Newark, Nerw Jersy.


Di TikTok, akun tim kampanye Biden telah memiliki lebih dari 340 ribu pengikut meskipun dia sendiri sudah menandatangani undang-undang pelarangan aplikasi tersebut.


Pada 2020, Trump juga sempat melarang warga Amerika Serikat menggunakan TikTok karena menganggap platform itu merupakan ancaman keamanan nasional. Dia mengatakan TikTok hanya merugikan generasi muda.


Selain di TikTok, Trump juga aktif di media sosial X dengan lebih dari 87 juta pengikut. Dia juga aktif di akun media sosialnya sendiri, Truth Social, dengan lebih dari tujuh juta pengikut.


Nama Trump juga sedang jadi pembicaraan panas warga AS, usai dia diputuskan bersalah atas pemalsuan catatan bisnis dalam skema untuk memengaruhi Pemilu AS 2016.


Dia dituduh memberikan uang tutup mulut kepada aktris film dewasa Stormy Daniels.


Dalam persidangan, seperti diberitakan, Trump dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan dalam kasus uang tutup mulut dan ia bakal mengajukan banding.


Para juri menjawab "Ya", saat petugas keamanan menanyakan apakah mereka memutus Donald Trump bersalah atas 34 dakwaan.


Vonis ini sangat mengejutkan terlebih terjadi dalam upaya Trump untuk merebut kembali Gedung Putih dari Joe Biden.


Pada April lalu Presiden AS Joe Biden menandatangani undang-undang yang akan melarang TikTok di AS jika pemiliknya, ByteDance asal China, gagal menemukan pembeli dalam waktu satu tahun.


AS khawatir pemerintah China menggunakan TikTok untuk mengumpulkan data pribadi AS dan menggunakannya untuk strategi tertentu.


Walau bersikap keras pada TikTok, Biden memilik akun di platform ini. Saat ini ada lebih dari 170 juta pengguna TikTok di AS. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru