Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

Arab Saudi Hapus Peta Palestina

Donna Hutagalung - Minggu, 09 Juni 2024 22:08 WIB
852 view
Arab Saudi Hapus Peta Palestina
Arab Saudi Hapus Peta Palestina, Apa Penyebabnya?
Jakarta (harianSIB.com)
Laporan yang beredar di sejumlah media baru-baru ini menyebutkan Arab Saudi telah menghapus Palestina dari peta di buku sekolah siswa di negara itu. Ini terjadi saat ketegangan antara Palestina dengan Israel terus memuncak pasca pecahnya konflik di Gaza sejak 7 Oktober 2024.

MelansirNew Arab dikutip dari CNBC menyebutkan, laporan lembaga pemikir pro-Israel tersebut menyebut kurikulum Arab Saudi terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada buku teks dari tahun ajaran sebelumnya. Bahkan ini terlihat dalam terminologi.

Salah satunya adalah gambar dari buku Studi Sosial dan Nasional 2023-2024. Di mana ada peta Arab Saudi dan negara-negara sekitarnya tetapi wilayah Palestina dibiarkan tanpa nama.

"Ini tidak seperti peta dalam buku teks 2022," dalam laporan itu.

Kata-kata yang dianggap "bermusuhan" dengan Israel juga dihapus dari beberapa teks dalam kurikulum. Terutama istilah seperti "musuh" dan "musuh Zionis" dan teks yang memperingatkan tentang ambisi Israel di wilayah tersebut dan upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka juga dihapus.

Laporan lainnya yang disajikan IMPACT-se menunjukan bahwa buku teks tersebut merujuk Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan sebagai ibu kota Palestina, bukan seluruh Yerusalem. Zionisme juga tidak lagi disebut sebagai "gerakan Eropa rasis", dan bahasa lain yang sangat kritis terhadap Israel telah diubah.

"Secara keseluruhan, 21 kasus sentimen anti-Israel dalam buku teks lama telah dihapus dalam kurikulum baru ini," tambah lama itu.

Perubahan tersebut diduga terkait dengan pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) yang berupaya menormalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv. AS awal bulan ini mengatakan bahwa mereka hampir mencapai pakta pertahanan dengan Arab Saudi, yang dapat membuka jalan bagi normalisasi Israel.

Riyadh mengatakan tidak akan menjadi perantara hubungan dengan Israel sebelum negara Palestina diberikan. Ini adalah syarat yang ditolak oleh pemerintah sayap kanan Israel.

Meski demikian belum ada konfirmasi dari Arab Saudi sendiri soal ini. Israel juga tak memberi pernyataan baru. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru