Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Korut, China dan Rusia Percepat Pengembangan Senjata Nuklir

Redaksi - Senin, 10 Juni 2024 12:34 WIB
258 view
Korut, China dan Rusia Percepat Pengembangan Senjata Nuklir
Foto: AP
Pembangkit listrik tenaga nuklir terapung (Floating Nuclear Power Plant/ FNPP) Akademik Lomonosov di Pevek, Rusia.
WASHINGTON (SIB)
Pejabat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Pranay Vaddi mengatakan Korea Utara (Korut), China, dan Rusia sedang memperluas pengembangan senjata nuklir. Mereka juga dikabarkan mendiversifikasi persediaan senjata nuklir dengan kecepatan tinggi.


"Rusia, RRT (China), dan Korea Utara semuanya memperluas dan mendiversifikasi persenjataan nuklir mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi, menunjukkan sedikit, atau tidak ada minat terhadap pengendalian senjata," ungkapan Pranay Vaddi mengutip laporan kantor berita Korea Selatan (Korsel) Yonhap, Sabtu (8/6).


Direktur Senior Pengendalian Senjata, Perlucutan Senjata, dan Nonproliferasi di Dewan Keamanan Nasional mengatakan ketiga negara tersebut mendorong AS dan sekutunya untuk bersiap menghadapi dunia dengan persaingan nuklir terjadi tanpa batasan jumlah.


"Ketiga negara tersebut, bersama dengan Iran, semakin meningkatkan kerja sama dan koordinasi satu sama lain dalam cara-cara yang bertentangan dengan perdamaian dan stabilitas, mengancam AS, sekutu dan mitra kami, serta memperburuk ketegangan regional," tambahnya.


Pejabat tersebut menyatakan untuk menghadapi realitas era nuklir "baru", Presiden AS Joe Biden baru-baru ini mengeluarkan pedoman penggunaan senjata nuklir yang diperbarui. "Hal ini juga menegaskan kembali komitmen kami untuk menggunakan pengendalian senjata dan alat-alat lain untuk meminimalkan jumlah senjata nuklir yang diperlukan untuk mencapai tujuan AS," kata dia.


Vaddi memperingatkan AS perlu menyesuaikan postur dan kemampuannya untuk memastikan kemampuan dalam mencegah meningkatnya ancaman dari ketiga negara tersebut, jika tidak ada perubahan dalam arah kebijakan senjata nuklir mereka saat ini.


"Biar saya perjelas (bahwa) jika tidak ada perubahan dalam persenjataan musuh, kita mungkin akan mencapai suatu titik di tahun-tahun mendatang di mana peningkatan jumlah yang dikerahkan saat ini diperlukan," ujarnya.


Ia juga menekankan, pemerintah AS telah mengambil langkah-langkah pencegahan yang dinilainya "bijaksana". Termasuk mengejar varian modern dari bom gravitasi nuklir B61 dan berupaya memperpanjang umur kapal selam rudal balistik kelas Ohio tertentu selama transisi dari kemampuan lama ke kemampuan modern.


Lebih lanjut ia mengatakan, pihak AS telah sepenuhnya berinvestasi untuk memastikan komitmen "pencegahan yang diperluas" dalam menggunakan seluruh kemampuan militernya. Termasuk nuklir untuk membela sekutunya terus berkontribusi pada upaya nonproliferasi. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru