Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Menolak Dinikahi, ISIS Eksekusi 150 Perempuan

- Jumat, 19 Desember 2014 15:05 WIB
282 view
Fallujah (SIB)- Perbuatan kejam kembali dilakukan kelompok militan ISIS. Mereka telah mengeksekusi 150 perempuan karena menolak dinikahi para militan. Eksekusi massal itu terjadi di Provinsi Anbar, Irak. Kelompok gerakan radikal tersebut memang sudah menguasai daerah di sana.

Menurut pernyataan pihak Kementerian Negara Hak Asasi Manusia, para pengikut ISIS melakukan kekejaman itu di Fallujah dan memakamkan para korban secara massal di pemakaman salah satu lingkungan kota.

“Paling tidak 150 perempuan, termasuk ibu hamil, dieksekusi di Fallujah oleh seorang militan bernama Abu Anas al Libi setelah mereka menolak dinikahi,” demikian laporan Middle East Eye, Kamis (18/12). "Banyak keluarga juga terpaksa bermigrasi dari kota utara Provinsi Al Wafa setelah ratusan warga menerima ancaman pembunuhan,” sambungnya.

ISIS diduga kuat telah melakukan banyak pembunuhan di kota itu. Mereka menguburkan para korban di dua kuburan massal di kawasan Al-Zaghareed, Joulan Quarter dan kawasan Al-Saqwaliya. Pekan lalu, ISIS menyebarkan pamflet yang berisi izin bagi anggotanya untuk melakukan pernikahan jihad, menyandera perempuan dan menikahi lebih dari satu perempuan bahkan jika perempuan itu adalah saudari atau kerabat istrinya. Selebaran itu juga mengizinkan anggota ISIS untuk menikahi perempuan yang belum berusia 18 tahun.

Sementara dari Suriah dilaporkan lebih dari 230 jasad yang diyakini sebagai korban pembunuhan kelompok ISIS ditemukan di kuburan massal di provinsi Deir al-Zor. Kabar penemuan itu disampaikan oleh lembaga pemantau HAM Suriah dan para aktivis pemantau konflik. Jasad-jasad yang ditemukan itu diyakini sebagai anggota dari kelompok al-Sheitaat yang memerangi ISIS. Temuan ini menambah jumlah anggota Sheitaat yang dibunuh oleh ISIS menjadi lebih dari 900 orang.

Omar Abu Layla, juru bicara kelompok milisi moderat Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan penemuan jasad itu terjadi saat mereka kembali pulang ke kawasan timur Suriah ini. Mereka bisa pulang setelah mendapat izin ISIS yang menguasai kawasan tersebut.

"Ini pesan dari Daesh, jika ada yang mencoba melakukan balas dendam, nasib Anda akan sama dengan keluarga Anda ini," kata Omar, Rabu. Dalam gambar yang diunggah Omar dan para aktivis di media sosial memperlihatkan sejumlah jasad dan tulang yang sudah membusuk, di antara bebatuan dan pasir.

ISIS menguasai sebagian besar wilayah Deir al-Zor. Provinsi penghasil minyak ini merupakan sumber utama pendapatan ISIS, yang sejak September 2014 menjadi sasaran serangan pasukan internasional di bawah kepemimpinan Amerika Serikat.

Pada Agustus 2014, para aktivis menyatakan ISIS telah membunuh 700-an warga Sheitat, yang mayoritas adalah warga sipil, setelah ISIS mengambil alih dua ladang minyak di wilayah ini. Jasad di temuan kuburan massal terbaru ini diyakini adalah orang-orang yang dibunuh ISIS pada periode yang sama. Lembaga pemantau HAM di Suriah, yang sudah memetakan kekerasan di semua lini dari konflik yang sudah memasuki tahun keempat ini, mengatakan para korban tersebut meninggal karena dipenggal. (BBC/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru