Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Ingin Jabatan yang Lebih Baik, Menteri di Maladewa Santet Presiden

Wilfred Manullang - Senin, 01 Juli 2024 13:16 WIB
215 view
Ingin Jabatan yang Lebih Baik, Menteri di Maladewa Santet Presiden
Foto: presidency.gov.mv
Presiden Maladewa Dr. Mohamed Muizzu
Maladewa (harianSIB.com)
Penggunaan ilmu santet ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Maladewa, seorang menteri pemerintahan Presiden Mohamed Muizzu ditangkap atas tuduhan menggunakan santet.

Adalah Menteri Negara untuk Lingkungan Hidup Maladewa Fathimath Shamnaz Ali Saleem yang ditangkap.

Fathimath dituding menyantet Presiden Muizzu agar mendapat posisi politik yang lebih baik.

Dikutip dari kumparan.com, Senin (1/7/2024), Fathimath ingin menciptakan tempat khusus baginya di mata Presiden Muizzu dengan melakukan ilmu hitam. Fathimath bermaksud untuk mendapatkan posisi yang baik dan besar di pemerintahan. Fathimath ingin agar Presiden mendengarkan dan mengikuti saran-sarannya

Fathimath memiliki pengaruh besar dalam kabinet dan sering terlihat dekat dengan Muizzu.

"Meskipun begitu, Fathimath tidak puas dengan jabatan di Kementerian Lingkungan. Dia ingin posisi yang lebih besar dan lebih banyak kekuasaan dalam kabinet. Untuk mencapai hal ini, Fathimath menggunakan ilmu hitam terhadap Presiden," ungkap media India, Zee News.

Fathimath ditangkap pada 23 Juni 2024 setelah polisi menggeledah rumahnya dan ditemukan benda-benda mencurigakan. Dia akan ditahan selama 7 hari. Selain Fathimath, polisi juga menangkap saudara laki-lakinya dan seorang dukun atas tuduhan ilmu hitam.

Maladewa yang terkenal dengan wisata pantainya yang indah adalah negeri dengan penduduk mayoritas muslim. Praktik ilmu hitam tidak diatur dalam KUHP negara tersebut, tapi dalam hukum Islam bisa dijatuhi hukuman 6 bulan penjara.

Di Maladewa, ilmu hitam disebut 'Fanditha' atau 'Shihiru' — diduga merupakan praktik pra-Islam.

Pada tahun 2015, peringatan telah dikeluarkan mengenai meningkatnya kasus ilmu hitam di Maladewa. Pemerintah saat itu menyarankan agar masyarakat menjauhinya, tetapi meskipun demikian, kasus-kasus ilmu hitam terus meningkat di Maladewa, bahkan digunakan di dunia politik. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru