Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Dior Tersandung Skandal Eksploitasi Pekerja, Modal Rp 933 Ribu Tapi Dijual Rp 45,8 Juta

Wilfred Manullang - Selasa, 02 Juli 2024 14:47 WIB
558 view
Dior Tersandung Skandal Eksploitasi Pekerja, Modal Rp 933 Ribu Tapi Dijual Rp 45,8 Juta
(dok. unsplash/Genri Kura)
Ilustrasi logo Dior.
Roma (harianSIB.com)
Bagi kalangan kaum ibu sosialita, tas merk terkenal Dior sudah tidak asing lagi. Tas yang banyak diminati kalangan jetset kini dilaporkan sedang tersandung skandal eksploitasi pekerja.

Anak perusahaan Italia dari raksasa brand mewah Prancis LVMH yang membuat tas tangan merek Dior dikabarkan ditempatkan di bawah administrasi pengadilan selama setahun sejak 10 Juni 2024.

Dikutip dari liputan6.com, Selasa (2/7/2024),
pengadilan di Milan, Italia, telah menunjuk seorang komisaris khusus untuk mengawasi divisi produksi tas tangan Dior di bawah LVMH, Manufacturers Dior SRL.

Langkah itu menyusul penyelidikan yang dilakukan oleh kantor kejaksaan Milan terhadap praktik perburuhan ilegal di industri barang mewah. Penyelidikan mengungkapkan bahwa subkontraktor dari Tiongkok yang memproduksi tas untuk Dior mengharuskan beberapa karyawannya bekerja dalam shift 15 jam secara ilegal.

Tas Dior PO312YKY yang diproduksi selama shift ini dijual ke Dior seharga 53 euro (sekitar Rp933 ribu). Sementara, tas tersebut dijual secara eceran di toko Dior seharga 2.600 euro (sekitar Rp45,8 juta).

Jaksa telah menyelidiki praktik perburuhan ilegal di industri fesyen mewah selama 10 tahun terakhir. Hasil investigasi menemukan bahwa imigran ilegal di bengkel dekat Milan bekerja sepanjang malam, tinggal, dan makan di tempat kerja, dan bekerja bahkan pada hari libur. Selain itu, dipastikan bahwa mereka mengoperasikan mesin dengan perangkat keselamatan dilepas.

Pihak LVMH belum merilis komentar resmi sampai saat ini. Saham LVMH dikabarkan turun sampai titik terendah setelah berita keputusan pengadilan.

Dior adalah label mode terbesar kedua LVMH. Christian Dior SE adalah perusahaan induk terpisah, yang dikendalikan oleh keluarga Arnault Perancis, yang memiliki 42 persen saham di LVMH. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru