Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Milyuner China Rame-rame Pindah ke Negara Asing

- Kamis, 06 Februari 2014 21:36 WIB
329 view
Milyuner China Rame-rame Pindah ke Negara Asing
SIB/int
Ilustrasi
Canberra (SIB)- Lebih dari separuh milyuner China berbondong-bondong meninggalkan negaranya dan pindah ke beberapa negara asing. Australia, AS dan Eropa menyambut mereka dengan sejumlah program iming-iming. Situs web NBC News memberitakan, Selasa (4/2/2014) Pemerintah Australia mengenalkan program visa bagi investor kaya. Tawaran Australia mendapat respon cukup mengejutkan. Sekitar 90 persen dari 545 pemohon visa berasal dari para investor asing yang ingin tinggal di Australia, ternyata berasal dari China.

Departemen Imigrasi Australia juga menyatakan, pihaknya telah memberikan 65 visa kepada warga China kaya-raya yang menanamkan duitnya bernilai total AS$ 289 juta. Negara Kangguru yang meluncurkan program itu setahun lalu, berhasil menarik 700 imigran seluruh dunia dan membenamkan investasi $ 3 miliar lebih. Begitu pula Amerika Serikat. Sekitar 80 persen dari Program visa EB-5 yang diterbitkan disabet para investor dari Daratan China.  Dengan program ini, seorang pengusaha asing yang menanamkan investasi AS$ 500 ribu (sekitar Rp 6 milyar) dan mempekerjakan 10 warga AS, bakal diberi kartu hijau, alias penduduk permanen AS.

Sementara Eropa menawarkan program sejenis dengan menawarkan investasi di bidang properti. Sedangkan Portugal menawarkan program pemilikan rumah dan properti. Siapapun yang bersedia membeli properti senilai 500 ribu Euro, otomatis menjadi warga negara Uni Eropa. Selain Australia dan AS, negara lain yang ikut menarik para investor China adalah Inggris, Spanyol, Kepulauan Cayman dan Gambia. Mereka rata-rata menawarkan kewarga negaraan setempat bagi para usahawan asing yang bersedia menanamkan modalnya.

Bahkan di Australia, seorang warga China yang kaya tidak perlu menanamkan investasi dengan uang kontan. Satu di antaranya adalah seorang pengusaha mainan anak-anak China berusia 36 tahun, menjadi warga Australia dan seluruh keluarganya, karena membeli obligasi pemerintah Australia. Salah seorang pengacara mereka menyebutkan, para pengusaha China itu meninggalkan negerinya untuk menikmati kehidupan yang lebih baik. Pendidikan yang lebih baik, rumah lebih bagus, udara lebih segar, sistem hukum yang jelas dan sistem keamanan yang terjamin serta stabilitas politik yang mapan. (NBCNews/Inc/R16/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru