Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Bisakah Kongres AS Gagalkan Obama Rangkul Kuba?

- Minggu, 21 Desember 2014 19:30 WIB
298 view
Bisakah Kongres AS Gagalkan Obama Rangkul Kuba?
Washington (SIB)- Langkah Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang memulihkan hubungan diplomatik dengan Kuba bakal berdampak besar dalam hubungan kedua negara. Pemerintah bakal meluaskan kategori warga Amerika yang bisa bepergian ke negeri kepulauan itu dan meningkatkan jumlah uang yang mereka dapat kirimkan. Dia meminta Departemen Luar Negeri meninjau ulang ketetapan Kuba sebagai sebuah negara sponsor teror dan akan membuka kembali keduataan Amerika di sana dan lalu menunjuk seorang duta besar.

Obama juga menyebutkan Amerika akan “mendesakkan” kebebasan bagi rakyat Kuba. Dalam wawancara dengan ABC News, Kamis (18/12), Obama mengatakan kepada Presiden Kuba Raul Castro lewat telepon bahwa Amerika akan terus mempromosikan demokrasi dan HAM.

Parlemen Kuba secara mufakat meratifikasi kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS). Keputusan ini disahkan pada rapat paripurna Jumat (19/12).sSebanyak 612 anggota Parlemen Kuba memberikan dukungan penuh terhadap pulihnya hubungan dengan AS. Mereka berharap embargo AS kepada Kuba segera dicabut. “Parlemen Kuba telah memberikan dukungan mutlak,” ujar Presiden Kuba, Raul Castro

Tapi restorasi hubungan diplomatik sepenuhnya, termasuk pembukaan perjalanan dan perdagangan ke Kuba berlawanan dengan Kongres. Dan jika sinyal kemarahan bipartisan terhadap Obama menjadi kenyataan, para anggota Kongres bakal berbuat apapun dengan kekuasaannya untuk membatasi aspirasi Obama.

Profesor William LeoGrande dari American University, pakar kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Amerika Latin, mencatat tiga area dimana Kongres bisa mencegah presiden menerapkan pemulihan hubungan sepenuhnya.

Ketiganya adalah Reformasi Sanksi-sanksi Perdagangan 2000, dan Undang-undang Perluasan Ekspor yang bakal memungkinkan perjalanan turis ke Kuba. Juga Undang-undang Helms Burton 1996 yang memberlakukan embargo hukum terhadap Kuba.

“Melihat sinyal reaksi negatif anggota dari Partai Republik atas pengumuman hari ini, tidak mungkin bahwa Kongres akan melakukan upaya menyokong presiden. Lebih mungkin kubu konservatif akan mencoba mengeblok keputusan dia sebagaimana mereka telah mengancam berbuat sama dalam reformasi imigrasi beberapa pekan lalu. Tapi presiden memiliki hak eksekutif dalam kebijakan luar negeri,” tutur LeoGrande kepada CBS News. Atau, seperti dikatakan Senator Marco Rubio, Republiken Florida, yang lebih keras bersikap dengan menegaskan, “Kongres tak bakal mengendurkan embargo (ke Kuba).” (tempo.co/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru