Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Desa Kristen di Lebanon Diserang Israel, 21 Orang Tewas

Wilfred Manullang - Selasa, 15 Oktober 2024 11:43 WIB
159 view
Desa Kristen di Lebanon Diserang Israel, 21 Orang Tewas
Foto/Fathi Al-Masri/Barros
Serangan udara langka Israel menargetkan desa Kristen di Lebanon utara, jauh dari basis Hizbullah. Sebanyak 21 orang tewas.
Beirut (harianSIB.com)
Militer Israel terus melanjutkan serangannya dalam upaya menghancurkan militan Hizbullah di Lebanon.

Kali ini yang menjadi serangan adalah desa mayoritas Kristen, Aitou, di distrik Zgharta.

Sedikitnya 21 orang tewas dalam penyerangan tersebut sebagaimana dikutip dari CNBCIndonesia.com, Selasa (15/10/2024).

Sejauh ini, operasi militer Israel terutama berfokus di wilayah selatan Lebanon, Lembah Bekaa di timur, dan pinggiran kota Beirut. Namun, serangan terbaru di Aitou menghantam sebuah rumah yang disewa oleh keluarga pengungsi.

Wali Kota Aitou, Joseph Trad, mengatakan kepada Reuters bahwa selain korban tewas pada serangan Senin (14/10) tersebut, delapan orang terluka.

Tim penyelamat di lokasi serangan mencari korban di bawah reruntuhan, di mana kendaraan yang terbakar dan pohon-pohon yang tumbang terlihat berserakan.

Serangan ini memaksa Israel memerintahkan evakuasi warga dari 25 desa di Lebanon selatan menuju daerah di utara Sungai Awali, yang terletak sekitar 60 km utara perbatasan Israel.

Di perbatasan Masnaa dengan Suriah, pasangan Jalal Ferhat dan Amal Tefayeli bersama lima anak mereka adalah di antara banyak keluarga yang berusaha meninggalkan Lebanon.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi pangkalan militer di Israel tengah, di mana empat tentara tewas oleh serangan drone Hizbullah pada Minggu.

Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan terus menyerang kelompok yang didukung Iran tersebut "tanpa ampun, di seluruh Lebanon, termasuk Beirut."

Serangan Israel telah menewaskan setidaknya 2.309 orang di Lebanon sepanjang tahun lalu, menurut laporan harian pemerintah Lebanon. Mayoritas korban tewas sejak akhir September, saat Israel memperluas operasi militernya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru