Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Lagi! Pesawat Jeju Air Mengalami Masalah di Roda Pendaratan

Wilfred Manullang - Senin, 30 Desember 2024 14:07 WIB
69 view
Lagi! Pesawat Jeju Air Mengalami Masalah di Roda Pendaratan
Foto: Pradita Utama/detikcom
Gambar ilustrasi
Seoul (harianSIB.com)
Belum lagi hilang keterkejutan atas insiden kecelakaan pesawat Jeju Air yang menewaskan 179 orang.

Pesawat Jeju Air yang lain juga mengalami masalah. Roda pendaratannya eror. Dilansir Reuters dan dikutip dari detikcom Senin (30/12/2024), pesawat ini berangkat dari Bandara Gimpo di Seoul dan menuju Jeju.

Namun pesawat ini mengalami masalah roda pendaratan (landing gear issue) yang belum teridentifikasi sesaat setelah lepas landas. Pesawat itu harus balik lagi ke Bandara Gimpo di Seoul.

Beruntung, pesawat itu dapat mendarat di Gimpo dengan selamat. Informasi ini dikutip Reuters dari kantor berita Yonhap.

Pesawat yang mengalami masalah itu bernomor 7C101, berangkat dari Gimpo pukul 06.36 pagi waktu setempat. Yonhap menyebut masalah yang dialami pesawat hari ini sama dengan masalah yang dialami pesawat yang meledak pada Minggu (29/12) kemarin.

Untuk pesawat Jeju Air 7C101 yang mengalami masalah hari ini, ada 161 orng penumpang di dalamnya. Setelah mendarat kembali di Gimpo, para penumpang kemudian dipindahkan ke unit alternatif dari jenis Boeing B737-800 yang sama, berangkat pukul 8.30 pagi waktu setempat. Namun, 21 penumpang memilih tidak jadi berangkat karena khawatir akan aspek keselamatan.

Kepala kantor pendukung manajemen Jeju Air, Song Kyung-hoon, menjelaskan kapten dari pesawt tersebut sempat mengontak pusat kendali di darat setelah mendeteksi sinyal masalah di roda pesawat.

"Ketika roda pendaratan dipastikan berfungsi normal setelah tindakan tambahan, kapten memutuskan untuk kembali ke bandara untuk pemeriksaan keselamatan," kata Song dalam jumpa pers, dilansir Yonhap.

Sebagai perbandingan, pesawat Jeju Air yang mengalami kecelakaan Minggu (29/12) kemarin juga mengalami masalah pada roda pendaratan. Diduga, tiga roda pendaratan gagal berfungsi. Akhirnya, pesawat nahas itu mendarat dengan perutnya dan meledak usai menabrak dinding. Sebanyak 179 orang tewas dan hanya 2 orang yang selamat. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru