Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Foya-foya ke Antartika, Wapres Iran Dipecat

Redaksi - Sabtu, 05 April 2025 20:05 WIB
22 view
Foya-foya ke Antartika, Wapres Iran Dipecat
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (5/4) memecat Wakil Presiden Shahram Dabiri karena berpesiar ke Antartika. (AFP/ATTA KENARE)
Teheran(harianSIB.com)
Presiden Iran Masoud Pezeshkia memecat Wakil Presiden untuk Urusan Parlementer Shahram Dabiri karena melakukan perjalanan mahal ke Antartika, saat negara itu bergulat dengan hiperinflasi di tengah krisis ekonomi.

Dikutip dari AFP, dan dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (5/4/2025), foto yang tersebar di media sosial menunjukkan Shahram Dabiri bersama seorang perempuan yang diidentifikasi sebagai istrinya, berpose di dekat kapal pesiar Plancius.

Kapal berbendera Belanda itu sejak 2009 menawarkan ekspedisi mewah ke Antartika. Biaya untuk satu kali perjalanan selama delapan hari sebesar diperkirakan mencapai 3.885 euro per orang, atau setara Rp66 juta.

"Dalam konteks ketika tekanan ekonomi pada penduduk tetap tinggi... perjalanan rekreasi mahal oleh pejabat, bahkan jika dibayar dari kantong mereka sendiri, tidak dapat dibela atau dibenarkan," tulis presiden Iran dalam surat yang diterbitkan Sabtu oleh kantor berita resmi IRNA.

Dabiri, seorang dokter berusia 64 tahun dan orang kepercayaan dekat Pezeshkian, ditunjuk menduduki jabatan tersebut pada Agustus 2024.

Pemerintah menghadapi kritik keras setelah foto tersebut tersebar luas, dan beberapa pendukung Pezeshkian mendesak agar sang wapres segera dicopot.

Pada akhir bulan lalu, IRNA merilis berita yang mengatakan perjalanan tersebut terjadi sebelum Dabiri memegang jabatan pemerintahan. IRNA mendapatkan informasi dari sumber di kantor Dabiri.

Kontroversi tersebut merupakan pukulan besar lainnya bagi Pezeshkian, yang terpilih tahun lalu dengan janji untuk menghidupkan kembali perekonomian dan meningkatkan kehidupan sehari-hari warga negaranya.

Pada awal Maret, Menteri Ekonominya Abdolnasser Hemmati juga diberhentikan oleh parlemen di tengah depresiasi tajam mata terhadap dolar dan inflasi yang melonjak. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru