Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Menghadapi AS, China Alihkan Fokus ke Asia Tenggara

Robert Banjarnahor - Sabtu, 12 April 2025 10:46 WIB
234 view
Menghadapi AS, China Alihkan Fokus ke Asia Tenggara
asiatimes.com
Ilustrasi hubungan AS-China.
Jakarta(harianSIB.com)

Presiden China, Xi Jinping, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke tiga negara di kawasan Asia Tenggara pekan depan, yaitu Vietnam, Malaysia, dan Kamboja.

Kunjungan ini akan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya pada tahun 2025, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) akibat kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.


Dilansir dari Kompas.com, Xi dijadwalkan memulai lawatan tersebut pada Senin (14/4/2025) dan akan berlangsung hingga Jumat (18/4/2025).

Langkah ini dipandang sebagai strategi Beijing untuk mempererat hubungan dengan negara-negara tetangga di tengah tekanan ekonomi yang muncul akibat tarif tinggi dari AS.

* Vietnam Jadi Pemberhentian Pertama

Xi akan mengunjungi Vietnam pada 14-15 April 2025 atas undangan Presiden Luong Cuong dan menjadi kunjungan pertama sejak Desember 2023.

Selama ini, Vietnam menjalankan diplomasi "bambu", yang berarti lentur dan bijak dalam menjaga hubungan baik dengan dua kekuatan besar dunia, China dan AS.


Di satu sisi, Hanoi memiliki kekhawatiran terhadap sikap agresif Beijing di Laut China Selatan. Namun, di sisi lain, hubungan ekonomi antara Vietnam dan China sangat erat, di mana Beijing merupakan salah satu sumber investasi terbesar bagi Vietnam.

* Perkuat Hubungan dengan Malaysia dan Kamboja


Setelah dari Vietnam, Xi akan melanjutkan kunjungannya ke Malaysia pada 15-17 April 2025.

Pemerintah Malaysia menyambut baik lawatan ini sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dagang.


Kemudian pada Kamis (17/4/2025), Xi dijadwalkan tiba di Kamboja, yang telah menjadi salah satu sekutu terkuat China di Asia Tenggara.

Di bawah kepemimpinan sebelumnya, yakni Hun Sen, ayah dari Perdana Menteri saat ini Hun Manet, China telah menginvestasikan miliaran dolar di sektor infrastruktur Kamboja.

Pemerintah Kamboja menyebut kunjungan Xi sebagai tonggak penting yang akan mempererat persahabatan historis antara kedua negara.

Namun, hubungan antara Phnom Penh dan Washington cenderung memburuk dalam beberapa tahun terakhir.


* Manuver Diplomatik di Tengah Perang Dagang

Kunjungan Xi ini terjadi saat beberapa negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Malaysia, dan Kamboja, ikut terdampak oleh tarif balasan dari AS.
Vietnam dikenai tarif sebesar 46 persen, Kamboja 49 persen, dan Malaysia 24 persen.


Beberapa dari negara ini kini mulai mendekati Washington untuk meminta keringanan tarif.

Namun, berbeda dari mereka, China justru memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat solidaritas regional.

Dalam beberapa pekan terakhir, Menteri Perdagangan China Wang Wentao menggelar pertemuan virtual dengan mitranya dari Uni Eropa, Malaysia, Arab Saudi, dan Afrika Selatan.

Sementara itu, Perdana Menteri Li Qiang juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk menekankan pentingnya sistem perdagangan global yang adil dan setara.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru