Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Singapura Gelar Pemilu, Ujian Besar Bagi PM Lawrence Wong

Redaksi - Sabtu, 03 Mei 2025 11:52 WIB
93 view
Singapura Gelar Pemilu, Ujian Besar Bagi PM Lawrence Wong
Foto: AP
Singapura menggelar pemilu untuk memilih anggota parlemen baru, Sabtu (3/5).
Singapura(harianSIB.com)

Singapura menggelar pemilihan umum (pemilu), Sabtu (3/5/2025), di tengah-tengah bangkitnya partai oposisi di masa ekonomi yang tidak menentu. Ini menjadi ujian besar di awal pemerintahan PM Lawrence Wong.

Dilansir kantor berita AFP dan dikutip detikcom, Partai Aksi Rakyat (PAP) yang berkuasa yang menaungi Wong, diperkirakan akan dengan mudah mempertahankan mayoritas di parlemen.


Pemungutan suara dibuka pada hari Sabtu (3/5) pukul 8:00 pagi waktu setempat dan akan berlangsung selama 12 jam, dengan sebagian hasil diperkirakan akan keluar sekitar tengah malam nanti.

Populer setelah memimpin gugus tugas COVID-19 Singapura, Wong mengambil alih jabatan tahun lalu dari pendahulunya Lee Hsien Loong, putra perdana menteri pendiri Lee Kuan Yew yang memerintah negara pulau itu setelah putus hubungan dengan Malaysia pada tahun 1965.

Wong telah berulang kali mengatakan bahwa ia membutuhkan mandat yang kuat untuk menavigasi Singapura, yang sangat bergantung pada perdagangan melalui ketidakpastian ekonomi mengingat tarif yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump.


Ia telah memperingatkan bahwa Singapura akan terpukul keras jika Trump meneruskan tarif dagang yang diumumkannya dan kemudian ditangguhkan untuk sebagian besar negara kecuali China.


"Jadi saya katakan kepada semua warga Singapura, mohon pertimbangkan dengan saksama. Ini bukan pertaruhan. Ini keluarga Anda, masa depan Anda, Singapura kita," katanya selama kampanye.

Analis politik Nydia Ngiow mengatakan PAP telah lama dipandang sebagai tangan yang mantap bagi Singapura dalam krisis. Namun, gejolak tarif dagang baru-baru ini mungkin belum menjadi faktor besar bagi para pemilih.


"Mengingat pemilihan umum di Singapura cenderung berfokus pada isu-isu lokal, kecil kemungkinan geopolitik akan membentuk keputusan pemilih -- kecuali warga Singapura merasakan dampak langsung dan nyata pada biaya hidup, keamanan kerja, atau ekonomi yang lebih luas," katanya kepada AFP..

Singapura memiliki sekitar 2,75 juta pemilih yang memenuhi syarat yang akan memilih 97 anggota parlemen dalam pemilu ini. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru