Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Penembakan di Thailand, 3 Orang Tewas

Redaksi - Sabtu, 03 Mei 2025 15:37 WIB
50 view
Penembakan di Thailand, 3 Orang Tewas
Reuters
Para petugas menutupi jenazah korban penembakan di provinsi Pattani, Thailand selatan, (11/9). Tiga orang tentara dilaporkan tewas ditembak kelompok bersenjata di daerah Yarang, provinsi Yala, Thailand, Kamis pagi (12/9).
Bangkok(harianSIB.com)

Tiga orang tewas termasuk seorang anak perempuan berusia sembilan tahun, dalam insiden penembakan di wilayah selatan Thailand pada Jumat malam (2/5/2025).

Peristiwa itu berlangsung di kawasan permukiman Distrik Tak Bai, Provinsi Narathiwat, salah satu wilayah mayoritas Muslim yang selama ini rawan konflik.


Polisi menyatakan, penembakan di Thailand tersebut terjadi saat malam hari dan menewaskan seorang pria berusia 75 tahun serta dua korban lainnya yang sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal akibat luka-luka yang diderita.

"Satu korban meninggal di tempat kejadian, dan dua lainnya meninggal karena luka-luka mereka di rumah sakit," ujar petugas polisi Watthana Thurarat kepada AFP yang dikutip kompas.com

Ia menambahkan, dua orang lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Diduga terkait kelompok pemberontak Pihak kepolisian kini tengah memburu pelaku penembakan, yang diyakini memiliki keterkaitan dengan kelompok pemberontak separatis di wilayah tersebut.


Provinsi Narathiwat, bersama dengan dua provinsi lainnya yaitu Pattani dan Yala, telah lama menjadi wilayah yang dilanda konflik separatisme.

Kelompok separatis yang mayoritas beragama Islam di wilayah itu telah memperjuangkan otonomi lebih besar sejak lama.


Sejak 2004, konflik bersenjata di kawasan itu telah menewaskan lebih dari 7.000 orang.

Namun demikian, serangan terhadap warga sipil di area permukiman tergolong jarang terjadi. Umumnya, aksi kekerasan menargetkan aparat keamanan.

Tak Bai sebelumnya juga pernah menjadi titik panas konflik. Pada 2004, aparat keamanan Thailand menembaki massa yang berdemonstrasi di depan kantor polisi setempat, menewaskan tujuh orang.


Insiden tersebut menjadi sorotan setelah 78 orang lainnya tewas karena sesak napas di dalam truk militer saat dalam perjalanan menuju tahanan.

Peristiwa itu kerap disebut sebagai pemicu gelombang kekerasan baru di wilayah selatan Thailand, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, berbeda dengan mayoritas penduduk Thailand yang beragama Buddha.

Tahun lalu, pengadilan Thailand menolak gugatan dari keluarga para korban tragedi Tak Bai terhadap tujuh pejabat pemerintah yang dianggap bertanggung jawab.


Penolakan tersebut dilakukan saat masa berlaku undang-undang pembatasan telah berakhir.

Sejumlah analis menyebutkan. keputusan itu berpotensi menyulut kembali ketegangan yang belum pernah benar-benar reda di kawasan tersebut. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru