Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Pria Tabah Temani Istrinya yang Hamil dan Alami Mati Otak

- Sabtu, 08 Februari 2014 19:54 WIB
303 view
Pria Tabah Temani Istrinya yang Hamil dan Alami Mati Otak
Victoria (SIB)- Kisah seorang pria asal Kanada ini sungguh mengharukan. Adalah Dylan Benson yang istrinya mengalami kematian otak dan hidupnya bergantung pada mesin. Dan yang lebih mengharukan, istrinya sedang mengandung buah hati mereka.

Benson pun mengungkapkan perasaannya melalui blog pribadinya atas kondisi istrinya yang bernama Robyn itu. Istrinya mengalami pendarahan otak pada akhir Desember kemarin. Sementara usia kehamilan istrinya sudah 22 minggu lamanya. Demikian seperti dilansir detikcom dari news.com.au pada Jumat (7/2/2014).

Suatu ketika, Robyn mengalami sakit di kepalanya. Kemudian dia meminta suaminya untuk pergi ke apotek untuk membeli obat. Ketika suaminya kembali, Robyn sudah tidak sadarkan diri tetapi masih bernafas. Setelah itu, Robyn dilarikan ke rumah sakit. Dokter pun mengatakan jika Robyn mengalami kebocoran yang sangat besar di pusat otaknya dan menyebabkan kematian otak.

Dokter pun berharap wanita itu tetap hidup hingga usia kehamilan 34 minggu atau sekitar akhir bulan Maret. Hal itu karena mereka berencana untuk melakukan operasi Cesar pada wanita itu. Kemudian, Robyn akan dilepas dari mesin pendukung hidupnya setelah dilakukan operasi itu. Dylan pun tak kuasa menahan perasaanya.

"Di satu sisi, saya tidak sabar untuk bertemu dengan anak saya dan mencoba untuk memberinya kehidupan terbaik dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi ayah yang hebat baginya. Tapi di sisi lain saya tahu bahwa sehari setelah ia lahir akan menjadi hari ketika saya harus mengucapkan selamat tinggal pada Robyn," ujarnya.

Saat ini, anak mereka mereka memiliki kesempatan bertahan hidup sebesar 80 persen. Dylan membuat sebuah halaman YouCaring untuk mendapatkan uang karena dirinya tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya. Beruntung, dirinya memperoleh US$ 80 ribu atau sekitar Rp 974 juta dari orang yang tak dikenal. (Detikcom)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru